Connect with us

Daerah

Soal Perusakan Benda Megalitikum di Bondowoso, Sofyan Sawri: Bisa Diproses Hukum!

MOH AIDI

Published

on

Staff Ahli DPD RI Provinsi Jatim sekaligus aktivis muda Bondowoso, Sofyan Sawri (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Staf Ahli DPD RI Provinsi Jatim sekaligus aktivis muda Kabupaten Bondowoso, Sofyan Sawri mengecam keras rusaknya benda magalitikum di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso akibat perluasan area pabrik PT Indah Karya Plywood.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan lokasi berdirinya benda bersejarah magalitikum yang mendapat SK dari Gubernur.

“Merujuk pada surat keputusan gubernur jawa timur no 188/146/KPTS/013/2016 yang menetapkan pekauman sebagai kawasan cagar budaya, dan didasarkan atas nilai penting. Kita tau bahwasanya wilayah ini terdapat banyak peninggalan zaman batu besar sebagai warisan nenek moyang yang harus tetap dijaga,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, (21/05/2019).

Ia menjelaskan, perusakan benda magalitikum yang tanpa seizin pihak terkait dapat diproses secara hukum, jika mengacu kepada SK Gubernur.

“Sebagai pemuda asli Bondowoso tentu saya sangat menyesal atas Perluasan area pabrik secara brutal, merusak situs purbakala ini, pihak pabrik bertindak “seenaknya” memindah pusat megalitikum yang dengan susah payah dirawat dicabut sembarangan sehingga beberapa situs mengalami kerusakan,” tegas pria asli Klabang itu.

Lebih jauh Sofyan mengatakan, pemerintah harus bersikap tegas terkait kejadian perusakan benda bersejarah ini. Maka dari itu, lanjutnya, Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Pertama, kurangnya kehati-hatian pemerintah dalam memberikan izin jual beli tanah yang didalamya ada situs purbakala yakni Megalitikum.

Kedua, kurang tanggapnya pemerintah dalam mengamankan situs purbakala, seharusnya dinas pendidikan dan kebudaayan memiliki inisyatif untuk memangari situs budaya tersebut, memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar bahwasanya ini adalah peninggalan nenek moyang yang sangat berharga.

Ketiga, steakholder harusnya juga bisa mengkaji terlebih dahulu sebelum menurunkan izin kepada pihak pengusaha, turun kebawah melihat langsung baru memberikan izin tanpa harus merugikan beberapa pihak.

Sofyan berharap, agar ada ketegasan dari pemerintah Kabupaten Bondowoso, sehingga tidak ada lagi kerusakan peninggalan nenek moyang yang diakibatkan kelalaian pemerintah dan steakholder.

“Saran saya kepada pemerintah dapat mengembangkan kembali serta melakukan perluasan untuk museum sejarah yang berada dibondowoso. Tentu hal itu untuk memudahkan para wisatawan sejarah dan arkeolog untuk memperdalam penelitian mereka. Dari kejadian ini maka solusinya adalah mengembalikan lagi ketempat semula dan memindah perluasan pabrik pt playwood atau memindahkan batu yang sudah terlanjur pindah ke museum dengan duduk bersama instansi terkait,” tandas Sofyan.

Advertisement

Populer