Connect with us

Politik

Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, Pimpinan JBM Group: Contoh Kenegarawanan yang Tinggi

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Pimpinan Jarrak Bahtera Media (JBM) Group, I Gede Putu Sudiarta (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pimpinan Jarrak Bahtera Media (JBM) Group, I Gede Putu Sudiarta menyambut positif pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Sabtu lalu, (13/07/2019) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Menurut Putu, pertemuan kedua tokoh yang berkompetisi dalam Pilpres 2019 lalu itu bisa menghentikan polarisasi antar kedua pendukung.

Sehingga kata dia, pertemuan Jokowi-Prabowo sangat ditunggu oleh seluruh komponen bangsa, guna meredakan tensi politik yang terus memanas usai Pemilu 2019.

“Pertemuan atau silaturahmi Pak Jokowi dengan Pak Prabowo merupakan momentum yang sangat bagus dan elok dalam kehidupan politik kebangsaan. Pertemuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas dan berbagai komponen bangsa,” kata Putu dalam keterangannya, Rabu, (17/07/2019).

Selain itu, kata dia, kedua tokoh politik tersebut sudah mampu meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok masing-masing.

“Saya melihat ada kesadaran kebangsaan yang mendorong keduanya memutuskan untuk bertemu. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo sangat dibutuhkan, saat bangsa Indonesia mulai krisis keteladanan dalam berdemokrasi dan berpolitik,” tegas Putu.

Ia juga menilai pertemuan antara Jokowi dan Prabowo telah memberikan contoh kenegarawanan yang tinggi. Pertemuan itu juga diharapkan bisa menjadi momentum untuk perekat suasana kebangsaan agar kembali bersatu paska Pemilu 2019.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo telah memberikan contoh kenegarawanan yang sangat tinggi. Bahwa kontestasi politik itu tidak menyebabkan retaknya tokoh bangsa. Bahkan dalam konteks kehidupan nasional pertemuan ini akan merekatkan kembali suasana kehidupan kebangsaan menjadi lebih bersatu,” papar Putu.

Putu meyakini bahwa pertemuan Jokowi dan Prabowo bisa memberikan energi positif bagi elite dan seluruh komponen bangsa, bahwa sudah saatnya ke depan memikirkan tentang kepentingan bangsa dan negara.

“Ini energi positif bagi masa depan demokrasi. Dimana kedua tokoh sudah meruntuhkan ego politik masing-masing untuk kembali bersama-sama berpangku tangan dalam membangun bangsa dan negara ini,” tegas dia.

Contoh Bagi Elite

Oleh karena itu, Putu menekankan agar sikap kenegarawanan keduanya bisa dicontoh oleh kedua elite pendukung.

“Ada pesan paling penting yang tersirat dari pertemuan keduanya bahwa, pemilu adalah sesuatu yang lumrah dalam negara demokrasi, tetapi yang jauh lebih dari itu membangun bangsa dan negara adalah kewajiban yang mengikat seluruh anak bangsa,” kata dia.

“Dengan demikian kita semua harus menutup pintu kebencian dan saling menghasut. Karena sikap seperti itu tidak menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” tambah Putu.

Selain itu kata Putu, pesan yang paling substansi dan sederhana dari pertemuan itu ialah siap menang dan siap kalah dan menerima hasil secara legowo, sesuai dengan mekanisme konstitusional yang ada.

“Pesan tambahan antara dua tokoh itu, bahwa pertemuan mereka tidak diikuti oleh politik transaksional kekuasaan atau bagi-bagi kursi,” demikian tandas Putu.

Advertisement

Populer