Connect with us

Daerah

Soal Pergub Reklamasi, PB HMI Tuding Anies-Sandi Berdusta

JARRAK.ID

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dalam menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Badan Pengelolaan Reklamasi disinyalir telah melukai hari nelayan dan masyarakat pesisir pantai utara Jakarta.

Ketua Bidang Kemaritiman dan Agraria PB HMI, Aziz Fadirubun, mengungkapkan jika pemerintahan Anies-Sandi telah melupakan janji kampanyenya dan terbukti memperdagangkan isu reklamasi untuk kepentingan Pilgub saja.

“Padahal dulu gerakan tolak reklamasi di motori oleh keduanya, tetapi saat ini mereka juga yang mengingkarinya,” kata Aziz kepada Jarrak.id melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu, (20/06/2018).

Menurut Aziz, blunder kebijakan Anies-Sandi akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan DKI Jakarta saat ini.

“Rakyat akan semakin tidak percaya dengan janji palsu Gubernur DKI Jakarta, apapun alasannya, kami menolak reklamasi pantai utara,” ujar Aziz tegas.

Cabut Pergub

Menurut Aziz, PB HMI meminta agar Gubernur DKI Jakarta mencabut Pergub Nomor 58 Tahun 2018 tersebut.

“Jika Anies-Sandi tidak segera mencabut Pergub tersebut, maka kami akan mengajak masyarakat Jakarta mencabut mandat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta,” kata Aziz.

Lebih lanjut, Aziz mengatakan, rencananya dalam beberapa hari ke depan PB HMI akan menduduki kantor Gubernur DKI Jakarta sebagai bentuk protes atas dikeluarkannya aturan tersebut.

“Kami memberi waktu 2×24 Jam untuk Anies dan Sandi mencabut Pergub tersebut, bila tidak, PB HMI akan duduki kantor Balaikota DKI Jakarta,” tandas Aziz.

Baca Juga:  Giliran Rutan Pondok Bambu yang Tolak Neno Warisman Berikan Tausiah Kepada Tahanan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer