Connect with us

Daerah

Sidang Kasus Jual Beli Jabatan, Jaksa KPK Sebut Menag Ikut Terima Uang Rp70 Juta dari Terdakwa

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Jaksa KPK mengatakan bahwa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin ikut menerima uang sebesar Rp70 juta dari terdakwa kasus jual beli jabatan, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Awalnya Haris merupakan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Kanwil Kemenag Jatim. Selain itu, dia juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan bermaksud mendapatkan jabatan itu secara definitif.

Kendati demikian, Haris Hasanuddin tidak bisa menjabat karena masih terjerat sanksi disiplin selama lima tahun, terhitung sejak tahun 2016 dimana sanksi itu diberikan.

Pada akhirnya Haris–melalui saran dari Ketua DPP PPP Jatim Musyaffa Noer–meminta bantuan ke Romahurmuziy alias Rommy sebagai Ketua Umum PPP.

“Atas saran Musyaffa Noer, pada tanggal 17 Desember 2018 terdakwa menemui Muchammad Romahurmuziy di rumahnya dan menyampaikan keinginannya menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang untuk itu terdakwa juga meminta bantuan Muchammad Romahurmuziy untuk menyampaikan hal itu kepada Lukman Hakim Saifuddin,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu, (29/05/2019).

Kemudian Lukman Hakim dianggap ikut mengintervensi pencalonan Haris Hasanuddin. Sehingga Rommy tetap meminta Lukman agar Haris tetap diangkat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

“Selanjutnya Muchammad Romahurmuziy menyampaikan kepada Lukman Hakim Saifuddin agar tetap mengangkat terdakwa sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan segala risiko yang ada,” kata jaksa.

Lukman akhirnya mengikuti saran dan permintaan Rommy, dan tetap melantik Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Atas hal itulah, Haris kemudian memberikan uang kepada Lukman Hakim sebanyak Rp70 juta, yang diberikan dalam dua tahap.

Baca Juga:  Wow, KPK Terima Pengembalian Rp7,15 Miliar Kasus Suap DPRD Sumut

“Tanggal 1 Maret 2019 di Hotel Mercure Surabaya, terdakwa melakukan pertemuan dengan Lukman Hakim Saifuddin. Dalam
pertemuan tersebut Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa ia ‘pasang badan’ untuk tetap mengangkat terdakwa sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu terdakwa memberikan uang kepada Lukman Hakim Saifuddin sejumlah Rp 50 juta,” kata jaksa.

“Pada tanggal 9 Maret 2019 bertempat di Tebu Ireng Jombang, terdakwa memberikan uang sejumlah Rp 20 juta kepada Lukman Hakim Saifuddin melalui Herry Purwanto sebagai bagian dari komitmen yang sudah disiapkan oleh terdakwa untuk pengurusan jabatan selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur,” imbuh jaksa.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer