Siap Potong Leher Jika Jokowi Kalah di Madura, Zaiful Anam: La Nyalla Lecehkan Madura!

2 min read

SUMENEP – JARRAK.ID – Pernyataan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti yang mengaku siap potong leher jika pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah di Pulau Madura dalam Pilpres 2019 mendatang, dianggap sebagai pernyataan yang berlebihan dan tendensius.

Pasalnya, pernyataan La Nyalla disebut merendahkan dan melecehkan masyarakat Madura. Sebab orang Madura dianggap buta politik, sehingga mudah dikendalikan oleh elite politik tertentu, termasuk La Nyalla.

“Sangat disesalkan kalimat seperti itu keluar dari mulut La Nyalla. Secara tersirat, pernyataan La Nyalla menunjukkan bahwa orang Madura mudah dikendalikan dan dibodohi. Ingat, masyarakat Madura tidak akan tunduk di bawah ketiak La Nyalla,” kata Ketua Sakera Muda Jawa Timur, Zaiful Anam kepada Jarrak.id, Senin malam, (31/12/2018).

Menurut Anam, wajar jika banyak masyarakat Madura yang tersinggung dan geram dengan pernyataan eks politikus Partai Gerindra tersebut. Kemarahan masyarakat Madura kata Anam bisa dimaklumi. Terlebih saat ini masyarakat Madura sudah bertransformasi dan semakin melek politik.

“Jangan korbankan masyarakat Madura demi kepentingan Pilpres. Selama ini masyarakat Madura selalu menunjukkan sikap yang solid dalam merespon berbagai tindakan yang disinyalir melecehkan Madura. Tentu saja pernyataan La Nyalla akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri,” tegas pria kelahiran Pamekasan tersebut.

Selain itu kata Anam, La Nyalla bukan orang maupun keturunan Madura, jadi jangan merasa paling tahu soal kultur politik masyarakat Madura.

“Lebih baik diam daripada membuat kemarahan masyarakat Madura. Sekali lagi, masyarakat Madura tidak sebodoh seperti diucapkan mulut La Nyalla,” tandas calon anggota DPD RI tersebut.