Connect with us

Elektoral

Seteru Cak Imin dan Rommy, PPP: Hanya Misleading

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tampak berseteru dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Hal itu berawal dari unggahan Twitter Cak Imin yang terlihat memprotes pernyataan Gus Romy.

Seperti diketahui, protes Cak Imin disampaikan melalui Twitternya pada Senin (18/6/2018) kemarin. Melalui twit tersebut, Cak Imin mengaku malas berhubungan dengan PPP. Pasalnya, kata Cak Imin, ada obrolan yang dipelintir. Rommy mengaku mengajak Cak Imin bergabung di koalisi pendukung Jokowi.

“Judul berita plintiran romi ini yang bikin malas berhubungan sama P3, dlm acara itu malah romi bilang kalo ada peluang dengan gatot kabar kabari ya kalo menarik! nah lho!!” tulis Cak Imin lewat @cakiminNOW.

Tidak hanya itu, Wasekjen PKB Daniel Johan mengonfirmasi kebenaran twit Cak Imin. Dirinya mengatakan peluang soal Gatot itu benar disampaikan Rommy. “Itu Rommy yang menyampaikan,” uajr Daniel, Selasa (19/6/2018), dilansir dari detikcom.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan isi percakapan Cak Imin dan Rommy soal percakapan tentang Gatot Nurmantyo. Menurut Arsul, Cak Imin dan Rommy bertemu dalam sebuah silaturahmi keluarga dan berbincang secara informal soal koalisi dan Pilpres 2019.

“Rommy bertanya tentang wacana yang berkembang soal poros ketiga dengan memasangkan Gatot Nurmantyo-Cak Imin. Tentu sebagaimana kultur warga NU, pembicaraan di forum silaturahmi tersebut banyak bercanda dan tertawanya,” kata Arsul, dikutip detikcom.

Meski demikian, Arsul menganggap cuitan Cak Imin tersebut salah ssaran. Menurutnya, obrolan antara Rommy dan Cak Imin waktu itu disampaikan dalam suasana canda dan gurau.

“Yang disampaikan Rommy adalah kalau memang PKB ingin memasangkan Gatot dengan Cak Imin atau PKB akan usung capres lain yang bisa terima syarat cawapres harus Ketum PKB maka Rommy minta diinfokan saja segera supaya koalisi partai pengusung Jokowi menjadi tidak perlu menunggu terlalu lama lagi dalam membahas soal pencapresan Pak Jokowi, termasuk soal cawapresnya,” ungkap Arsul.

Karena itu, PPP merasa heran kenapa Cak Imin malah protes melalui media sosial Twitter. Padahal, kata dia, protes tersebut bisa disampaikan Cak Imin melalui tabayun.

“Sebetulnya daripada membuat keramaian di jagat Twitter kelihatan akan lebih matang dalam berpolitik bagi politisi senior seperti Cak Imin untuk ‘meluruskannya’ via counter berita di media dan melakukan juga tabayun (klarifikasi) dengan Rommy, apalagi mereka keluarga,” terang Arsul.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer