Connect with us

Daerah

Selama Ramadhan, Dinsos Sumenep Klaim Pengemis dan Gelandangan Berkurang

JARRAK.ID

Published

on

Pengemis di salah satu titik di Kabupaten Sumenep (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diawasi oleh pemerintah. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep mengerahkan pasukan untuk mengawasi keberadaan gepeng dari dalam atau luar kota. Hasilnya gepeng mulai berkurang.

Kepala Dinsos Sumenep, Aminullah mengatakan, sejumlah titik rawan jadi pusat perhatian petugas. Titik rawan tersebut adalah di lampu merah Simpang Odheng, dan sejumlah titik rawan yang biasa digunakan oleh gepeng untuk mangkal, misalkan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, jembatan penyeberangan, pemakaman umum dan tempat ibadah.

“Dari pengamatan yang kami lakukan, saat ini jumlah gepeng tak sebanyak sebelumnya. Kemungkinan pindah ke daerah lain,” ujarnya, Selasa (22/5/2018).

Berdasarkan pantauan Dinsos Sumenep bersama Satpol-PP, gepeng di daerah ujung Pulau Madura ini sudah berkurang. Walaupun beraksi, mereka kebanyakan pindah ke luar kota.

“Tetapi hal ini tetap menjadi konsentrasi teman-teman di lapangan. Kami monitor terus untuk membuat efek jera,” terang dia.

Selain penjagaan dari petugas, dirinya berharap warga Sumenep pun dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk terus memantau keberadaan gepeng yang sekiranya mengganggu dengan melaporkannya.

“Penduduk kota harusnya juga semakin cerdas dengan tidak lagi memberi (uang), sehingga mereka tidak terus meminta-minta di persimpangan jalan raya,” ujarnya.

Aminullah menjelaskan, gepeng di Sumenep masih didominasi dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pragaan, Kecamatan Batang-batang, dan Kecamatan Batuputih. (Mif)

Baca Juga:  Ternyata Penduduk Indonesia Pergi ke Masjid Rajin Naik Go-Jek

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer