Connect with us

Daerah

Selain Kuasai Kursi DPRD Bondowoso, Tiga Caleg PKB Juga Raih Suara Tertinggi

MOH AIDI

Published

on

Gedung DPRD Bondowoso (Doc. Net)

BONDOWOSO – JARRAK.ID – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso mampu merubah konfigurasi politik lokal secara signifikan. Pasalnya, dalam Pilkada 2018, PKB kalah telak dari PPP dan PDI Perjuangan.

Kali ini, PKB mampu membalikkan keadaan dengan memperoleh 14 kursi di DPRD Kabupaten Bondowoso. Sementara PPP hanya mampu menambah 1 dari 5 menjadi 6 kursi. Sedangkan PDIP justru merosot dari 8 menjadi 7 kursi.

Sementara itu, untuk partai medioker dan gurem hanya sedikit yang menunjukkan taringnya, bahkan ada yang gagal dalam Pemilu 2019 ini.

Partai Golkar hanya menambah 1, dari 5 menjadi 6 kursi, Gerindra juga menambah 1, dari 3 menjadi 4 kursi. Sementara PKS stagnan di 5 kursi. Demokrat justru turun dari 3 menjadi 2. PAN tetap 1 kursi dan Nasdem yang sebelumnya mendapatkan 3 kursi justru kehilangan kursi.

Kemampuan PKB menjaga status sebagai pemenang pemilu tahun 2014, tidak lepas dari kuatnya pengaruh personal caleg-caleg PKB. Terbukti, 3 besar caleg peraih suara terbanyak untuk Kabupaten Bondowoso diisi elit PKB.

1. 1. H. Tohari (Ketua DPRD dan Sekretaris DPC PKB) mengumpulkan 11.282.

2. H. Ahmad Dhafir (Ketua DPC PKB) meraih 10.337 suara.

3. H. Sutriyono dengan 9.162 suara.

Sementara itu, caleg lain yang bersaing dengan PKB adalah politisi muda partai Golkar, Ady Kriesna yang berhasil mengumpulkan 8.376 suara diikuti oleh politisi senior PDIP, Bambang Suwito dengan raihan 7.240 suara.

Data tersebut menunjukkan bahwa PKB secara kelembagaan maupun secara personal belum mampu disaingi oleh partai-partai maupun caleg partai lainnya.

Sehingga sebagai pemenang pemilu 2019, nampaknya PKB akan menjadi magnet kekuasaan lain yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan selama 5 tahun kedepan.

Baca Juga:  Siapkan Payung, BMKG Prediksi Jaksel dan Jaktim Akan Diguyur Hujan Siang Hari
Advertisement

Berita Populer