Connect with us

Daerah

Selain Keamanan, JARRAK Jakarta Minta Penyelenggara Asian Games Perhatikan Hak Disabilitas

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Perhelatan akbar olahraga antarnegara di kawasan Asia, Asian Games 2018, akan segera digelar di Indonesia. Pesta olahraga terbesar di  Asia tersebut akan dilaksanakan tanggal 18 Agustus-2 September 2018 di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat.

Sekjen Jaringan Reformasi Rakyat (JARRAK) DKI Jakarta, Asep Irama mengatakan, Indonesia ditantang menjadi tuan rumah yang memperhatikan kesetaraan penyandang disabilitas pada ajang Asian Games 2018. Salah satunya pelaksanaan Asian Games 2018 harus ramah dan memperhatikan kesetaraan penyandang disabilitas.

“Penyelenggaraan Asian Games menjadi tantangan pembuktian pemerintah Indonesia untuk mewujudkan kesetaraan hak bagi para penyandang disabilitas,” kata Asep dalam keterangan tertulis, Jumat, (17/08/2018).

Sekjen JARRAK Jakarta, Asep Irama (Doc. JARRAK)

Menurut Asep, baik para atlet, tim pendukung maupun para penonton berhak menikmati Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang tanpa kecuali. Dengan demikian, pemerintah wajib memperhatikan siswa penyandang disabilitas selain memprioritaskan pemberian tiket kepada para siswa berprestasi. Hal itu kata Asep, ditekankan terkait komitmen gubernur di tiga provinsi untuk menggratiskan tiket pertandingan bagi para siswa sekolah.

“Karena tempat bagi penyandang disabilitas di stadion sangat terbatas sementara tiket bisa dibeli online harus ada catatan pilihan tiket penyandang disabilitas. Ini untuk mencegah jangan sampai para penonton disabilitas kesulitan atau bahkan celaka,” kata Asep.

Kelancaran Transportasi

Selain itu, tegas dia pemerintah harus memberikan jaminan kelancaran transportasi selama penyelenggaraan Asian Games 2018. Pasalnya kemacetan menjadi persoalan yang paling dikeluhkan jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Penilaian itu ia dapatkan saat penyelenggaraan test event Asian Games beberapa waktu lalu.

“Pemerintah memang melakukan langkah-langkah antisipatif dengan menerapkan beberapa kebijakan. Salah satunya yakni memperluas penerapan sistem ganjil genap di DKI Jakarta. Ganjil genap akan diterapkan karena memang itu bisa memangkas kemacetan 40 persen di Jakarta, tetapi pada sisi lain harus ada langkah antisipatif yang lebih solutif dalam menciptakan kelancaran transportasi,” tegas alumnus Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta Pusat tersebut.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Tuding KPK Lindungi Boediono di Kasus Bank Century

“Daripada nanti di-bluffing ke dunia internasional oleh seluruh wartawan dunia, jadi Asian Games yang akan tenggelam muncul kemacetan Jakarta. Oleh karenanya pemerintah harus menjadikan kelancaran transportasi sebagai prioritas yang harus dijawab oleh pemerintah,” pinta Asep.

Selain itu, lanjut dia penyediaan informasi dalam penggunaan fasilitas transportasi publik di Jakarta selama perhelatan Asian Games 2018 masih dirasa belum memadai. Pasalnya masih banyak masyarakat yang belum paham jenis angkutan apa yang harus digunakannya untuk menuju tempat-tempat yang berada di sekitar venue.

Dari pantauan Jarrak.id dalam beberapa pekan terakhir, di wilayah sekitar Kemayoran, Jakarta Pusat, transportasi umum terpantau sangat minim. Belum lagi sarana pendukung seperti trotoar di sana masih belum mumpuni.

“Kesulitan ini yang dikhawatirkan bisa membuat penyelenggaraan Asian Games bakal tercoreng. Pasalnya, pengguna transportasi selama Asian Games berlangsung bukan hanya masyarakat sekitar Jakarta saja, melainkan juga dari luar daerah dan turis asing,” imbuh Asep.

Karena Asep meminta pemerintah setidaknya membuat peta transportasi massal terintegrasi selama penyelenggaraan Asian Games. Menurutnya, masyarakat akan lebih mudah menyerap informasi yang disajikan dalam bentuk visual, ketimbang lisan.

“Kita turut mendukung penggunaan transportasi massal. Tapi, persoalannya informasi tentang ini belum ada. Padahal secara jumlah transportasi di Jakarta sudah cukup memadai,” sambung Asep.

Perhatikan Keamanan

Asep juga meminta agar aparat keamanan memastikan keamanan di Indonesia. Sehingga para peserta Asian Games dari berbagai negara merasa aman.

“Kita ingin negara-negara peserta Asian Games meyakini bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi dan kondisi keamanan sepenuhnya terkendali,” tambah Asep.

Asep kemudian menyebut tiga ancaman gangguan keamanan yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan Asian Games, meliputi aksi terorisme, kejahatan jalanan (street crime) dan kemacetan lalu lintas.

Baca Juga:  Banyak Warga Papua Ditembak Mati, Amien Rais: Freeport Wajib ditutup, Titik

“Ini harus menjadi perhatian Polri agar tiga potensi ancaman keamanan tidak terjadi. Karena kita sedang mempertaruhkan nama baik dan kehormatan bangsa. Oleh karena itu, Polri dituntut memberikan jaminan keamanan selama gelaran Asian Games berlangsung.”

“Aparat keamanan mulai sekarang harus aktif melakukan kegiatan operasi cipta kondisi guna mencegah potensi ancaman keamanan selama gelaran Asian Games 2018 berlangsung,” tandas Asep.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer