Seberapa Banyak Kita Mengenal  Kopi Asli Indonesia

2 min read

Jakarta, JARRAK.ID — Kopi adalah hasil bumi Nusantara yang telah berabad – abad tersebar di seluruh dunia lewat jalur penjajahan Belanda kala itu, Minum kopi sudah menjadi gaya hidup dari nenek moyang kita dan kini minum kopi menjadi membudaya kembali di masyarakat.

Indonesia punya banyak sekali jenis kopi dari berbagai daerah dengan rasa yang juga beragam. Namun, sudahkah kamu mengenal semua single origin khas hasil dari para petani Indonesia?

Istilah Single Origin identik dengan era gelombang ketiga atau third wave coffee. Secara sederhana single origin mengacu pada asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal.

Penyebutan single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa.

Kalosi Toraja, misalnya, diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama.

Edukasi mengenai kopi khas Indonesia tak melulu kita dapatkan lewat sumber literatur, tetapi bisa juga lewat menikmati secangkir kopi.

Merek kopi asli Indonesia, Excelso, misalnya, berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal kopi asli Indonesia lewat seasonal single origin coffee menu.

Area supervisor Excelso, Apriyanto Sastro menjelaskan, jenis single origin yang diperkenalkan akan berganti-ganti. Tujuannya, agar masyarakat mengenal lebih banyak jenis kopi asli Indonesia.

Desember ini, misalnya, Excelso memperkenalkan Flores Bajawa. Di samping menu seasonal, pengunjung juga bisa menikmati menu single origin yang sudah ada, seperti Java Arabica, Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja, dan Luwak Toraja.

“Ini baru mulai pertengahan 2019. Tujuannya lebih mengedukasi kopi lokal kita, orang kan tahunya kopi hanya seperti Aceh Gayo, Lampung.”

“Ternyata kopi Indonesia banyak juga, lho,” kata Apriyanto ketika berbincang di gerai Excelso Senayan City, Jakarta Selatan, dilansir dari kompas.com

Sebelumnya, Excelso sempat memperkenalkan single origin dari daerah lainnya, seperti Java Halu dan Kerinci Honey.

Di samping mengedukasi pelanggan dengan biji kopi berbeda, Excelso juga menawarkan penyajian kopi sesuai selera.

Untuk Flores Bajawa bulan ini, pelanggan bisa memilih cara penyajian mulai dari seduh menggunakan mesin, syphon brewdan plunger/French press.

Barista crew Excelso Senayan City, Ishak Nudin menjelaskan, peminum kopi pemula bisa mencoba cara penyajian dengan syphon brew karena akan menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman rendah dan tingkat kekentalan yang tidak terlalu kuat.

Dibandingkan dengan teknik penyeduhan lainnya, teknik ini cenderung lebih aman bagi peminum kopi yang memiliki masalah lambung.

“Aroma lebih wangi, lebih aman juga buat yang punya masalah lambung,” tuturnya.

Sementara kopi yang diseduh menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan dengan aroma, keasaman dan body yang terbilang berskala sedang.

Sedangkan seduhan dengan mesin akan menghasilkan level keasaman dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala medium. (Gebe’es)