Connect with us

Bisnis

Sebanyak 2.000 Kalender #2019GantiPresiden Dijual di Milad FPI ke-20

JARRAK.ID

Published

on

Tak hanya atribut FPI, para pedagang juga menjual kalender #2019GantiPresiden dengan memasang foto bakal capres Prabowo Subianto dan bakal cawapres Sandiaga Uno (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Front Pembela Islam (FPI) selenggarakan kegiatan peringatan Milad ke-20. Milad FPI itu kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang untuk menjajakan berbagai atribut.

Uniknya, bukan hanya atribut FPI yang dijajakan, para pedagang juga menjual kalender #2019GantiPresiden dengan memasang foto bakal capres Prabowo Subianto dan bakal cawapres Sandiaga Uno.

Dilansir dari detikcom, salah seorang pedagang bernama Muhammad Yunus (34) mengaku menjual kalender tersebut karena antusiasme tinggi dari warga terhadap gerakan #2019GantiPresiden. Bahkan, menurut Yunus, dirinya akan memilih pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

“Ya antusiasnya besar terhadap hashtag ganti presiden,” kata Yunus di Lapangan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018).

Yunus kemudian menjelaskan alasan dirinya ingin mengganti presiden. Bagi Yunus, presiden Indonesia harus diganti agar harga-harga bahan pokok tidak terus naik. Yunus juga akan memilih pasangan Prabowo-Sandiaga karena merupakan pilihan ulama.

“Iya lah, harus wajib ganti, wajib kudu kalau enggak bahan pokok lain naik,” ungkap dia.

Yunus mengaku mencetak 2.000 kalender untuk dijual di kegiatan Milad FPI ini. Bahkan, Yunus juga memyiapkan kaos-kaos dakwah untuk juga dijakakan ke peserta undangan milad.

Sebagain informasi, peringatan Milad FPI ke-20 ini diawali dengan Salat Tahajud berjemaah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan istigasah, doa bersama, ceramah dan amanah dari imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Baca Juga:  Hore, MRT Pertama Resmi Beroperasi di Indonesia

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer