Connect with us

Politik

SBY Disebut Terlibat Pencucian Uang Sebesar Rp177 Triliun, Demokrat: Berita Sampah

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Demokrat berang dengan pemberitaan media Asia Sentimel yang menyebut mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam aksi pencucian uang sebesar Rp177 triliun melalui Bank Century.

Partai Demokrat menyebut berita Asia Sentimel adalah sampah karena tidak terbukti kebenarannya.

Bahkan Demokrat menuding berita itu hanya digunakan sebagai alat untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2019.

“Berita sampah nggak usah ditanggapilah. Ini tahun politik, jadi itu pasti berita sampah itu. Berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (13/09/2018).

Syarief menyebut bahkan berita yang ditulis John Berthelsen tak perlu dikaji, karena hanya berisi fitnah dan merugikan semua pihak.

“Ya komentar saya itu beritanya berita sampah. Nggak usah dibahaslah. Itu kan merugikan kita semua,” kata Syarief.

Sebelumnya, Asia Sentimel menulis artikel berjudul ‘Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy‘. Berita itu memuat tudingan adanya konspirasi pencurian uang negara lewat skandal Bank Century.

Dalam artikel itu disebutkan bahwa SBY terlibat pencucian uang melalui bank-bank yang ada di luar negeri. Berita yang ditulis John Berthelsen itu menceritakan bagaimana skandal Bank Century hingga berubah nama menjadi Bank Mutiara.

Berthelsen menulis artikel itu dengan mengacu laporan hasil investigasi setebal 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu. Artikel itu mengungkap keterlibatan 30 pejabat Indonesia.

Baca Juga:  Muhaimin Tantang Prabowo Sebut Pihak yang Melarangnya Berpidato Keras

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer