Connect with us

Daerah

Santri Nurut Taqwa Bondowoso Gelar Istighosah untuk Pemilu Damai

MOH AIDI

Published

on

Ratusan santri Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Bondowoso, Jawa Timur tampak khidmat dalam kegiatan istighosah dalam mendoakan agar pelaksanaan Pemilu berjalan aman (Doc. JARRAK)

BONDOWOSO – JARRAK.ID – Ratusan santri Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, Bondowoso, Jawa Timur menggelar istighasah untuk mendoakan agar pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjaoan dengan, Senin (15/04/2019) malam.

Istighasah dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, KH Ahmad Maksum Zainulloh, bersama dengan kurang lebih 900 santri, dan dihadiri beberapa warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, juga diadakan pembacaan tahlil, yasin untuk para tokoh Indonesia, khususnya pahlawan muslim, misalnya KHR As’ad Syamsul Arifin, KH Hasyim Asy’asri, dan sebagainya.

Mewakili KH Ahmad Maksum Zainulloh, KH Nawawi Maksum mengatakan, doa bersama ini untuk meminta kepada Allah, agar Pemilu berjalan lancar, dan damai.

“Dan meminta kepada Allah, agar memberikan pemimpin kepada kita, pemimpin yang takut kepada Allah, dan cinta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Kegiatan itu juga dalam rangka deklarasi no golput dan merespon dinamika di media sosial yang tambah memanas. Sehingga, muncul inisiatif untuk berdoa bersama.

“Saya mewakili pengasuh, mengimbau, utamanya kepada santri yang sudah memiliki hak, agar datang ke TPS untuk memilih pemimpin,” ungkapnya.

Tak hanya itu, KH Nawawi mengajak alumni dan simpatisan Ponpes Nurut Taqwa, agar datang ke TPS masing-masing, untuk menggunakan hak suaranya.

Dimana, jelas dia, lima menit di bilik suara akan sangat berguna untuk lima tahun yang akan datang.

“Dan kita mengecam keras, siapapun itu baik dari alumni, simpatisan, apalagi santri ketika tidak menggunakan hak pilihnya,” tegasnya.

Pihakya juga mengimbau kepada alumni, santri dan simpatisan, agar tidak menggunakan hal-hal tak terpuji, karena Nurut Taqwa menginginkan Pemilu yang baik, Pemilu yang bebas dari pelanggaran, baik struktural maupun kultural.

Baca Juga:  Ketum PBNU: Kalau Tak Paham Agama, Jangan Jadi Khatib Salat Jumat

Kultural misalnya, ke TPS harus menggunakan pakaian sopan, yang baik, dan bagus. Itu aturan yang tidak tertera dalam tulisan-tulisan.

“Apalagi berkaitan dengan hal money politic. Kalaupun ada, itu dipastikan itu bukan dari santri, alumni maupun simpatisan kami,” tandasnya.

Advertisement

Berita Populer