Sanjung AHY, Demokrat: Sekarang Trennya Pemimpin Muda Energik dan Gesit

2 min read

Presiden Jokowi bersama Agus Harimurti Yudhoyono/Net

JAKARTA – JARRAK.ID – Nama putra sulung Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut-sebut menjadi kandidat yang akan bertarung pada Pilpres 20198. Sejumlah lembaga survei menempatkan Ketua Kogasma PD tersebut bisa menyaingi Joko Widodo.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PD, Agus Hermanto, mengatakan bahwa sosok AHY sebagai calon pemimpin yang mumpuni untuk bertarung di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, kata dia, AHY memiliki seluruh kriteria untuk menjadi calon pemimpin nasional.

“Ini dunia kan trennya pemimpin yang muda yang energik yang gesit yang mumpuni. Itu semuanya dimiliki oleh mas AHY,” ungkap Agus di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Rabu (11/7/2018).

Menurut dia, sosok AHY bisa memberikan jawaban atas ketertarikan publik Indonesia untuk memiliki sosok pemimpin muda pada Pilpres 2019. Hal itu dibuktikan dengan pendapat masyarakat yang diperolehnya saat berkeliling Indonesia.

“Karena masyakat juga menginginkan pemimpin nasional yg betul-betul energik, muda, berpengalaman dan mumpuni dan itu semuanya mas AHY memilikinya,” kata dia.

Bahkan, Agus mengakui elektabilitas AHY kini terus berada di posisi puncak sebagai sosok cawapres idaman masyarakat.

“Memang rata-rata untuk popularitas ataupun elektabilitas dari mas AHY itu memang sekarang menempati posisi yang tertinggi untuk Wakil Presiden,” pungkas Agus.

Politik Selebritis

Sementara itu, gencarnya Partai Demokrat mempromosikan sosok AHY justru dianggap berdampak negatif karena cenderu menjadi sosok selebritis. Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyayangkan cara Partai Demokrat yang kini gencar mempromosikan AHY sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).

Menurut Hendri, AHY tidak diberikan pengalaman berpolitik secara mendalam oleh Partai Demokrat. Karena itu, kata dia, AHY dinilai masih memiliki mental yang lemah dalam kancah politik nasional.

“Kan tidak diajarkan misalnya bergaulah dengan politisi-politisi muda bergaulah dengan aktivis-aktivis yang ada di lapangan bergaulah juga dengan para politisi-politisi yang ada di luar partainya dia,” ungkap Hendri dalam diskusi bertajuk ‘Sebulan Jelang Pendaftaran Capres: Koalisi (Bukan) Harga Mati?’ di Pulau Dua Restaurant, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).