Connect with us

Politik

Sandiaga Uno Setuju Soal Pembentukan Dewan Pengawas KPK

JARRAK.ID

Published

on

Sandiaga Uno (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sandiaga Uno mengaku setuju dengan pembentukan Dewan Pengawas KPK, sebagaimana menjadi sapah satu poin dalam draft revisi UU KPK.

Sandi juga sepakat soal KPK punya kewenangan untuk penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

“Karena manusia itu bisa melakukan kesalahan. Seandainya teman-teman di KPK melakukan kesalahan, perlu diberikan exit mechanism, SP3. Dewan pengawas saya rasa perlu. Semua lembaga enggak bisa menjadi superbody, oversized. Saya sepakat,” ujar Sandi saat ditemui di CoHive Filateli, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (14/09/2019).

Kendari demikian ia menolak jika penyadapan yang akan dilakukan KPK harus terlebih dahulu meminta izin.

“Sekarang kita harus bersatu dengan teman-teman yang di DPR. Dengan pemerintah juga untuk menghadirkan undang-undang yang Insya Allah 17 tahun berjalan, (setelahnya) KPK bisa lebih kuat dan berperan. Bukan hanya menindak tapi mencegah korupsi,” lanjut dia.

DPR sebelumnya menginisiasi revisi Undang-undang KPK. Dalam draf yang diajukan, DPR mengusulkan sejumlah hal yakni memberikan kewenangan SP3 kepada KPK, membentuk dewan pengawas, dan menjadikan pegawai KPK berstatus ASN.

Pemerintah menyatakan kesetujuannya untuk membahas revisi Undang-undang lewat surat presiden (Surpres) yang dikirim Presiden Joko Widodo.

Namun Jokowi mengklaim bahwa revisi yang dilakukan bukan untuk melemahkan KPK. Ia menyebut revisi itu untuk penyempurnaan karena UU KPK sudah tidak mengalami perubahan selama 17 tahun.

“Saya tidak ada kompromi dalam pemberantasan korupsi karena korupsi musuh kita bersama. Saya ingin KPK punya peran sentral dalam pemberantasan korupsi, yang punya kewenangan lebih kuat dibanding lembaga-lembaga lain,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (14/09/2019).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer