Connect with us

Politik

Saling Nostalgia, Prabowo-Titiek Rujuk Jelang Pilpres 2019?

JARRAK.ID

Published

on

(Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan mantan istrinya, Titek Soeharto, saling tebar nostalgia tentang kenangan masa lalu di media sosial.

Beberapa waktu lalu, Titiek posting foto yang menampilkan kehangatan kebahagian rumah tangganya bersama Prabowo di Hari ASI Sedunia. Prabowo juga mem-posting momen kehangatan saat memeluk Titiek dalam sebuah foto keluarga. Titiek pun merespons dengan mengenang momen hangat itu.

“Salah satu momen terbaik mas @prabowo,” kata Titiek pada kolom komentar foto yang di-posting Prabowo, seperti dilihat Jarrak.id, Jumat (4/8/2018) kemarin.

Seperti diketahui, Prabowo-Titiek bercerai pada 1998. Sebab perceraian kedua tokoh tersebut tak banyak diketahui publik. Meski demikian, setelah 20 tahun berlalu, keduanya kini menunjukkan kehangatan, meski lewat media sosial.

“Saling balas posting-an foto nostalgia di Instagram antara Mbak Titiek dan Mas Prabowo telah viral di masyarakat luas dan telah menjadi buah bibir politik,” kata Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Priyo lalu mendoakan keduanya rujuk kembali. “Saya dan kawan-kawan ikut gembira bukan main. Kami mendoakan semoga ini pertanda alam yang baik. Bersatunya kembali dua insan yang sempat terserak,” ujar dia.

“Mbak Titiek Soeharto sekarang adalah Ketua Wantim Berkarya dan Mas Prabowo Ketua Umum Partai Gerindra yang akan maju sebagai capres penantang yang diunggulkan, satu sejarah yang sangat mungkin terjadi,” imbuh Priyo.

Dilansir dari detikcom, kehangatan Prabowo-Titiek ini kerap muncul menjelang momen pilpres. Hal yang sama pernah muncul pada 2014. Waktu itu, Gerindra ramai-ramai mendoakan Prabowo-Titiek rujuk. Oleh sejumlah pihak, hal ini dianggap sebagai semacam pencitraan family man, tapi tak sedikit meyakini keduanya memang masih saling cinta.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer