Connect with us

Berita

Salah Pilih Paslon, Demokrat Bisa Kalah Di Kampung Halamannya Sendiri

JARRAK.ID

Published

on

Pacitan,www.jarrak.id- Hiruk-pikuk jelang Pilbup di Kabupaten Pacitan, kembali terdengar. Dukung mendukung diantara bakal calon, kembali mengemuka.

Meski belum satupun partai politik yang menentukan pasangan calon bupati dan wakil bupati, namun euforia saling dukung terus menggelinding kencang.

Menurut Hadi Suwarno, salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan, harus diakui kalau culture politik masyarakat Pacitan, memang masih lekat dengan Partai Demokrat. Artinya pasangan calon yang hendak diberangkatkan oleh partai besutan Presiden RI ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, seakan-akan punya chance besar memegang tiket khusus menuju kursi AE 1 (sebutan Bupati Pacitan).

“Namun perlu dipahami, era saat ini sangat jauh berbeda dari era lima sepuluh tahun sebelumnya. Kalau di era lalu, anggapan itu mungkin sangat benar. Tapi era saat ini, tak bisa dianggap remeh. Apabila salah menentukan pasangan calon, tak menutup kemungkinan Demokrat akan kalah di kampung halamannya sendiri,” terang pria yang akrab disapa Nano ini, Rabu (1/7) malam.

Purna bakti aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Pacitan ini lantas mencontohkan, perhelatan Pileg 2019 lalu. Dimana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah dua periode absen di Pileg, namun begitu tampil sebagai kontestan pemilu, langsung “mencuri” lima kursi DPRD. Belum lagi Partai Golkar, yang juga ada penambahan tiga kursi dari Pileg sebelumnya. “Ini sebagai isyarat politik, kalau masyarakat Pacitan sudah cerdas dalam menentukan suaranya. Begitupun nanti saat Pilbup digelar. Partai politik, bukanlah jaminan utama untuk dipilih, namun figur calon yang lebih utama,” jelasnya.

Belum lagi berkaca pada data statistik angka partisipasi masyarakat saat Pilbup 2015 lalu, yang hanya menyentuh angka 59 persen. “Suara yang golput masih sangat memungkinkan untuk di manage, dan swing voter kepada calon lain diluar Demokrat. Kecuali kalau Partai Demokrat tidak salah memilih calon, paradigmanya akan berbeda,” tutur pria yang saat ini menggeluti usaha di dunia jasa konstruksi ini.

Ditanya siapa calon yang paling berpengaruh saat ini, Nano masih enggan mengungkapkan. “Yang pasti ada jago paling berpengaruh dan akan menjadi rival sangat kuat,” pungkasnya. (yun).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer