Connect with us

Bisnis

Sah, Vonis Bos First Travel Jerat Andika 20 Tahun Penjara dan Istrinya 18 Tahun Penjara

JARRAK.ID

Published

on

Bos First Travel yakni Andika Surachman divonis 20 tahun penjara, sedangkan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan divonis 18 tahun penjara (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menvonis hukuman di atas 10 tahun kepada tiga bos First Travel. Yakni, Andika Surachman divonis 20 tahun penjara, sedangkan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan divonis 18 tahun penjara. Sedangkan Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan divonis 15 tahun penjara.

Selain dipenjara, ketiganya juga dikenakan denda dengan nominal berbeda. Andika Surachman dan Annisa Hasibuan diwajibkan membayar denda Rp 10 miliar subsider 8 bulan kurungan. Sementara, Kiki diwajibkan membayar denda Rp 5 miliar subsider 8 bulan.

Ketiganya terbukti melakukan penipuan perjalanan umrah dan melakukan pencucian uang dari uang setoran jemaah umrah. Demikian ini berdasarkan putusan hakim yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Sobandi, Rabu (30/5/2018).

“Menyatakan terdakwa Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama sama melakukan penipuan dan pencucian uang sebagai perbuatan berlanjut,” sebut Sobandi membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard No. 7, Cilodong, Depok.

Menurut Sobandi, bos First Travel menawarkan paket umrah promo seharga Rp 14,3 juta pada Juni 2015. Lewat paket promo ini, calon jemaah dijanjikan diberangkatkan mulai November 2016- Mei 2017.

“Di persidangan, para terdakwa menerangkan sejak dari awal menyadari paket umrah promo 2017 sebesar Rp 14,3 juta tidak cukup membiayai paket perjalanan ibadah umrah seperti yang ditawarkan. Namun para terdakwa tetap menawarkan paket umrah tersebut kepada para calon jemaah sehingga berhasil mendapatkan dan menarik calon jemaah mendaftar dan telah membayar,” imbuh Sobandi.

Padahal, menurut Sobandi, uang setoran jemaah itu tidak cukup untuk memberangkatkan satu orang jemaah karena bos First Travel termasuk Kiki Hasibuan harus membayar gaji karyawan dan tagihan para vendor.

Baca Juga:  SBY Disebut Terlibat Pencucian Uang Sebesar Rp177 Triliun, Demokrat: Berita Sampah

“Namun para terdakwa dan Siti Nuraida alias Kiki tetap saja melakukan promosi baik melalui media sosial yaitu Facebook, menggunakan jasa artis, membuat jaringan agen, membuka kantor cabang dan penjualan franchise First Travel ke beberapa perusahaan telah berhasil membuat calon jemaah terpikat dan percaya sehingga mau mendaftarkan diri dan membayarkan uang melalui beberapa rekening bank,” ujar dia.

Pencucian Uang

Adapun jumlah calon jemaah yang mendaftar First Travel pada Januari 2015-Juni 2017 sebanyak 93.295 orang. Total setoran uang pembayaran para jemaah mencapai Rp 1,319 triliun.

Meski demikian, pada kenyataannya, sejak November 2016-Juni 2017, jumlah jemaah umrah yang diberangkatkan First Travel hanya 29.985 orang. Sementara sisanya, yakni 63.310 orang yang sudah membayar lunas dengan jadwal pemberangkatan November 2016 hingga Mei 2017 tidak diberangkatkan.

“Dan tidak dikembalikan uangnya,” tegas Sobandi. Dalam putusan tersebut, Andika dan Anniesa juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menggunakan setoran uang calon jemaah umrah.

Praktik pencucian uang dalam kasus ini dilakukan dengan mengalihkan setoran calon jemaah umrah di rekening penampungan First Travel ke sejumlah rekening termasuk rekening pribadi Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan.

Setelah itu, uang setoran calon jemaah kemudian dibelanjakan terdakwa termasuk membeli aset seperti kendaraan, rumah dan tanah.

Karena itu, ketiganya terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang hukumannya diatur dalam Pasal 378 KUHP pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam perkara pencucian uang, Andika dan Anniesa terbukti melakukan pidana yang ancaman hukumannya diatur pada Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga:  Cegah Korupsi, KPK Minta Banggar DPR Dihapus

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer