Connect with us

Politik

Rupiah Anjlok, Gerindra: Karena Pemerintah Paksakan Bangun Insfrastruktur

JARRAK.ID

Published

on

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah sudah waktunya mengurangi impor produk dan pembangunan insfrastruktur karena tidak sesuai dengan kemampuan APBN.

Hal ini kata Riza harus segera dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan rupiah dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS).

“Pemerintah harus mengatasi dengan mengurangi sebesar mungkin produk-produk yang bergantung pada dolar. Kemudian mengurangi infrastruktur yang sudah berlebihan yang tidak sesuai dengan kemampuan, infrastruktur ini baik tapi harus sesuai dengan kemampuan negara,” kata Riza di Jakarta, Minggu, (09/09/2018).

Menurut Riza, kondisi perekonomian Indonesia dalam kondisi terancam, pasca rupiah menyentuh Rp15.000 beberapa waktu lalu, dan terburuk sejak krisis moneter pada tahun 1998 silam.

Riza mengatakan, langkah bakal cawapres Sandiaga Uno menukar dolar miliknya ke rupiah patut ditiru oleh para pelaku usaha lain. Menurutnya, pelaku usaha maupun konglomerat sebagai penikmat sumber daya alam di negara ini seharusnya tergugah untuk turut menukar dolar ke rupiah.

Pemerintah, dinilai Riza perlu memaksa para pelaku usaha untuk menukar dolarnya ke rupiah demi memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar. Sebab, menurutnya, tidak sedikit juga pengusaha yang merongrong pemerintah untuk mendapatkan proyek. Karena itu, tepat bila saat ini pemerintah memaksa balik pengusaha.

“Bukan cuma mengimbau (menukar dolarnya ke rupiah), tapi juga harus memaksa. Waktu para pengusaha para konglomerat minta proyek banyak juga yang memaksa dengan caranya masing-masing. Kan begitu. Sekarang saatnya pemerintah memaksa para pengusaha yang punya dolar itu jual dolarnya,” jelas dia.

Pada Jumat (07/09/2018) kemarin, di pasar spot, pukul 15.00 WIB, satu dolar AS setara dengan Rp 14.875. Level itu melemah tipis dibanding saat pembukaan perdagangan Jumat pagi di Rp 14.868. Meski menurun, rupiah sepanjang dua hari terakhir bergerak di zona penguatan, dan semakin menjauh dari level Rp 15 ribu per dolar AS.

Baca Juga:  Soal 'Tampang Boyolali', Prabowo: Saya Bercanda Kok Dipersoalkan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer