Connect with us

Daerah

Roy Suryo Dituding Simpan Barang Negara, KPK Minta Temuan BPK Ditindaklanjuti

JARRAK.ID

Published

on

Roy Suryo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan temuan BPK yang menjadi dasar terbitnya surat Kemenpora, yang pada pokoknya meminta Roy Suryo segera mengembalikan Barang Milik Negara (BMN) harus ditindaklanjuti.

“Terkait dengan aset-aset, saya sudah dapat informasi bahwa memang ada temuan-temuan BPK yang harus ditindaklanjuti,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, (06/09/2018).

KPK juga menekankan pentingnya pencegahan raibnya barang-barang milik negara. Pasalnya barang tersebut dibeli menggunakan anggaran negara yang bersumber dari APBN.

“Sebisa mungkin aset-aset yang memang dimiliki oleh negara itu bisa dipulihkan dan dikembalikan ke negara. Kalau memang itu persoalan administratif tentu bisa diselesaikan secara administratif,” tuturnya.

Sebelumnya Roy Suryo merasa difitnah karena dianggap belum mengembalikan 3.226 barang negara. Bahkan Roy Suryo menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pengacara Roy Suryo, Tigor Simatupang, menyebut kliennya menerima surat lampiran berisi daftar barang-barang yang harus dikembalikan. Tapi surat dari Kemenpora tertanggal 1 Mei 2018, belum diterima.

“Ada lampirannya baru-baru ini dikirimkan,” ujar Tigor saat dihubungi, Kamis, (06/09/2018).

Dia menyebut pembelian barang-barang itu dilakukan bawahan Roy saat menjabat Menpora. Segala urusan tanggungjawab pembelian disebut Tigor harusnya dipegang bawahan seperti kabag rumah tangga.

“Apa iya ngurusin gitu menteri? yang ngerjain (belanja) kan kabag-kabagnya. Memang Pak Roy yang manggilin kan enggak? Masa kita sewa tukang masa kita beli bor juga beli obeng juga?” tutur Tigor.

Baca Juga:  OTT Pejabat Kementerian PUPR, KPK Tetapkan 8 Tersangka

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer