Connect with us

Politik

Romahurmuziy: Ambang Batas Presiden Diinisiasi Partai Demokrat

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Jelang Pilpres 2019, gugatan tentang ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) terus disuarakan oleh banyak pihak. Meski begitu, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mengaku heran.

Menurut Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, ambang batas pencalonan presiden itu telah diubah dari 4 persen menjadi 20 persen pada 2009.

“Perubahan presidential threshold dari 4 persen ke 20 persen ini terjadi pada 2009. Saat itu perubahan diinsiasi oleh Partai Demokrat, yang saat itu berkuasa dan didukung oleh partai koalisi, termasuk PPP,” ungkap Rommy dalam keterangan resminya, Jumat (13/7/2018).

Rommy menjelaskan, pada 2009, Demokrat sebagai partai pendukung Presiden Susilo Yudhoyono, menghendaki SBY maju kembali sebagai capres melalui presidential threshold 20 persen. Hal itu, kata Rommy, didukung oleh partai koalisi yang saat itu menguasai lebih dari 50 persen kursi DPR.

Selain hal tersebut, menurut Rommy, presidential threshold memiliki tujuan untuk membatasi jumlah capres-cawapres, namun masyarakat tetap dimungkinkan untuk mendapatkan empat pasangan dalam pilpres.

Bahkan, kata dia, pembatasan pasangan capres-cawapres juga untuk menciptakan demokrasi yang tidak berbiaya tinggi dari negara.

“Bayangkan jika ada 15 pasangan capres-cawapres, KPU harus membiayai semua biaya kampanye mereka seperti pada pilkada serentak, di mana KPU menyediakan semua alat peraga kampanye untuk semua pasangan calon,” pungkasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer