Connect with us

Politik

Ridwan Kamil Ogah Setujui Wacana Pembentukan Provinsi Bogor Raya

JARRAK.ID

Published

on

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Doc. Net)

BANDUNG – JARRAK.ID – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku tidak sepakat soal wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Ia beralasan, pemekaran wilayah tingkat dua lebih penting dibandingkan membentuk provinsi baru.

RK mengatakan urusan pelayanan publik sebagian besar berada di kabupaten dan kota. Sehingga, sambung dia, pemekaran wilayah tingkat dua yang perlu didorong, bukan pembentukan provinsi.

“Justru yang paling urgent sekarang itu pemekaran kabupaten-kabupaten menjadi kota tingkat II karena aksi utama dari pelayanan publik itu bukan di provinsi dalam pandangan saya,” kata RK di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (12/08/2019).

Menurut dia, ada beberapa yang wilayahnya sangat besar sehingga membuat masyarakatnya kesulitan dalam mendapatkan pelayanan publik.

Itukah sebabnya ia lebih setuju jika pemekaran dilakukan di tingkat dua.

Seperti halnya Pemprov Jabar mengajukan pemekaran wilayah Sukabumi Selatan dan Garut Selatan ke pemerintah pusat.

“Kalau kabupaten terlalu luas seperti Cianjur, Bogor, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, maka jangan heran ada cerita ngurus KTP enam jam ke kantor pelayanan, pulang lagi enam jam. Jadi saya cenderung wacana pemekaran fokus untuk daerah tingkat dua yang sekarang sedang di moratorium,” tuturnya.

Ia juga mengaku setuju dengan usulan Wali Kota Bogor Bima Arya yang ingin mengambil tiga kecamatan milik Kabupaten Bogor. Apalagi, menurut RK, tujuan pemekaran tersebut untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Namanya cita-cita mah boleh saja. Kan itu kompromi politik. Saya orangnya logis, saya menyatakan urgensi dari pemekaran itu untuk kepentingan menguatkan pelayanan publik,” ujar RK.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer