Connect with us

Politik

Ridwal Kamil Dukung Jokowi, Gerindra: Karir Politik RK Mulus karena Prabowo

JARRAK.ID

Published

on

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, diketahui mendukung pasangan incumbent Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Hal tersebut kemudian disinggung oleh bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno bahkan berjanji tidak akan melibatkan kepala daerah dari partai pendukungnya dalam kampanye Pilpres 2019. Menurut Sandi, kepala daerah dari partai pendukung harus fokus membangun daerahnya masing-masing.

Menanggapi pernyataan Sandiaga, Ridwan Kamil lalu menyinggung soal keterlibatan Sandiaga dalam memenangkan kandidat di Pilkada 2018 kemarin. RK meminta Sandi untuk berkaca dan introspeksi diri. Padahal, kata RK, waktu itu Sandiaga masih berstatus Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Koordinator Nasional Sahabat Prabowo-Sandi, Anggawira kemduain meminta RK juga berkaca diri. Anggawira menjelaskan, RK juga harus introspeksi diri tentang karir politiknya yang bisa berjalan karena dukungan dari Gerindra dan Prabowo Subianto.

“RK lebih baik introspeksi diri sebelum berkomentar. Karir politiknya bisa berjalan sekarang ini karena tangan dingin Gerindra dan Pak Prabowo,” ungkap politisi Gerindra itu, Kamis (13/9/2018).

Sebagaimana diketahui, tahun 2013, RK maju sebagai Calon Walikota Bandung dengan dukungan dari Gerindra dan PKS. Bagi Anggawira, dukungan Gerindra di awal karir politiknya harus diingat dan menjadi bahan introspeksi diri buat RK.

“Ya, RK dulu maju sebagai Calon Walikota Bandung dengan dukungan Partai Gerindra dan PKS. Seharusnya dia ingat dan introspeksi diri bagaimana awal karir politiknya yang dapat kontribusi dan dukungan dari Partai Gerindra. Jangan jadi kacang yang lupa kulitnya,” ujar dia.

Bahkan, menurut Anggawira, tidak ada aturan ataupun UU yang melarang kepala daerah mendukung kampanye. Meski begitu, kata dia, alangkah baiknya jika kepala daerah dari partai pendukung tidak terlibat kampanye demi fokus membangun daerah.

Baca Juga:  Anies dan AHY, Siapa yang Akan Dampingi Prabowo?

“Memang itu tidak melanggar peraturan, tidak melanggar hukum, jika seorang kepala daerah ikut berkampanye. Sayangnya, alangkah lebih baik jika kepala daerah fokus untuk membangun daerahnya masing-masing. Tidak perlu bawa-bawa nama institusi dan jabatan saat ikut berkampanye,” pungkas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer