Connect with us

Daerah

Resmi Jadi Tersangka KPK, Bupati Kotawaringin Timur Rugikan Negara Rp5,8Triliun!

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua KPK, Laode Mohammad Syarif (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), Supian Hadi sebagai tersangka terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ia terbitkan kepada tiga perusahaan di wilayahnya.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan SH (Supian Hadi) sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, (01/02/2019).

Supian diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kewenangannya lewat pemberian IUP kepada PT FMA (PT Fajar Mentaya Abadi), PT BI (Billy Indonesia), dan PT AIM (Aries Iron Mining) di Kabupaten Kotim.

Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp5,8 triliun dan USD711 ribu yang didasarkan kepada hasil produksi.

“Diduga terjadi kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 5,8 triliun dan USD 711 ribu, yang dihitung dari hasil produksi pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan dan kerugian kehutanan akibat produksi, serta kegiatan pertambangan yang dilakukan PT FMA, PT BI, dan PT AIM,” ucap Syarif.

Supian disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga:  Ini yang Disita KPK dalam Penggeledahan Terhadap Ruang Kerja Menpora

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer