Connect with us

Daerah

Remuk, Begini Kondisi Ibu-ibu dan Bocah yang Dipukul AKBP M Yusuf

JARRAK.ID

Published

on

Potongan video Ajun Komisaris Besar Polisi M. Yusuf melakukan aksi kekerasan di sebuah mini market di kawasan Graha Loka Selindung, Pangkal Pinang, Babel (Doc. Net)

PANGKALPINANG – JARRAK.ID – Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im, mengungkapkan, setelah diketahui aniaya tiga orang diduga pencuri di mini market miliknya, Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP M yusuf dicopot jabatannya. Dua di antara mereka adalah orang ibu-ibu dan satu anak mengalami luka-luka.

Menurut Abdul, kedua mata ibu berinisial D (42) mengalami lebam akibat dipukul dan ditendang AKBP M Yusuf. Sementara ibu berinisial A (41) mengalami luka lebam di bagian muka dan tangan kiri.

Sementara itu, bocah berinisial AR (14) juga mengalami luka akibat dihajar AKBP Yusuf. Bocah tersebut adalah anak ibu berinisial D yang juga dipukul Yusuf. Anak tersebut dipukul di bagian pipi sebanyak tiga kali serta sekali di bagian wajah. Bibir bagian atasnya pecah. Diketahui, ketiganya tercatat sebagai warga Depok, Jawa Barat.

Hingga saat ini, AKBP Yusuf masih menjalani pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Babel. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar mengetahui anak buahnya melakuakn aksi kekerasan.

M. Yusuf telah dicopot dan dimutasi dari jabatannya. Mutasi AKBP M Yusuf tertulis dalam Surat Telegram Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Mutasi ini diperintahkan dilaksanakan paling lambat 7 hari terhitung mulai tanggal mutasi ditetapkan.

Disinggung soal kasus pencurian di minimarket ini, Polres Pangkalpinang masih melakukan penyelidikan. Dari dua orang wanita yang diamankan, baru satu orang yang memenuhi alat bukti.

Baca Juga:  Lasito, Hakim PN Semarang yang Jadi Tersangka KPK Dikenal Sombong di Kampungnya

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer