Connect with us

Daerah

Rehabilitasi Anak Pelaku Bomber, Kemensos: Luka Psikis Lebih Sulit Ketimbang Fisik

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Sosial Idrus Marham (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sejumlah anak dari pelaku bomber teroris di Surabaya terus menjadi perhatian serius pemerintah. Pemerintah berupaya untuk menstabilkan kondisi psikologis mereka.

Pada momen Idul Fitri, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mencoba menghadirkan sausana bahagia bagi tujuh anak tersebut.

Tidak hanya itu, tim pendamping tujuh anak tersebut membelikan baju-baju baru untuk dikenakan di Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Kami sudah belikan baju Lebaran. Kan kalau Lebaran itu anak-anak harus beli baju baru, kita belikan. Meskipun orangtuanya tidak ada secara fisik, tapi suasana Lebaran dengan baju baru tetap kita berikan,” kata Menteri Sosial Idrus Marham di kediaman dinasnya, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018), dilansir dair kompas.com.

Melalui hal tersebut, Idrus berkeyakinan kondisi psikologis mereka akan terus pulih. Karena, kata dia, respons anak-anak itu terhadap perlakuan tim pendampingnya terlihat baik.

Meski demikian, kata Idrus, mengobati luka psikis tentu lebih sulit dan relatif lebih lama ketimbang luka fisik. Karena itu, tim pendamping memang harus memperlakukan mereka dengan sabar, tekun, dan telaten.

Harapannya, anak pelaku bomber itu mampu menjadi mandiri, kembali ke lingkungan sosial, dan terutama terbebas dari belenggu ideologi radikalisme dan terorisme.

“Supaya mereka ada kemandirian dan yang paling penting adalah bagaimana mengikis paham- paham radikalisme dan terorisme yang ada pada mereka. Kita perlu memberikan penjelasan kan secara baik-baik,” kata Idrus.

“Tapi, ini butuh waktu. Yang pasti, sesuai pesan Pak Jokowi, jangan ada diskriminasi, baik dari keluarga teroris atau pun keluarga korban. Ingat, anak-anak ini tidak tau apa-apa sebenarnya ya,” imbuhnya.

Sebelumnya, dilansir dari kompas.com, Kemensos merehabilitasi tujuh anak dari pelaku pengeboman di Surabaya, Mei 2018 alu.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri Surabaya Meledak Saat Misa Kedua di Gereja

“Menerima anak-anak dari pelaku bom ini kepada Kementerian Sosial untuk dibina lebih lanjut sesuai aturan yang ada,” ujar Idrus di Jakarta, Selasa (12/6/2018) kemarin.

Total, ada tujuh anak dari keluarga pelaku teror yang akan menjalani rehabilitasi oleh Kemensos. Tiga orang dari mereka merupakan anak dari terduga teroris di Surabaya yang ditangkap Densus 88, satu orang merupakan anak yang diselamatkan polisi di Mapolrestabes Surabaya dan tiga orang lainnya adalah anak dari terduga teroris yang tewas di Sidoarjo.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer