Connect with us

Politik

Rawat Kerukunan Usai Pelaksanaan Pemilu, AHY, Yenny dan 8 Kepala Daerah Kompak Bertemu di Bogor

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Direktur The Yudhoyono Institute, Agus Harmurti Yudhoyono (AHY) dan Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid bersama delapan kepala daerah saat melakukan pertemuan dan konferensi pers di Bogor (Doc. JARRAK)

BOGOR – JARRAK.ID – Tercatat ada delapan kepala daerah dan Direktur The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid melaksanakan pertemuan secara tertutup di Museum Balai Kirti, Bogor, Jawa Barat pada Rabu, (15/05/2019).

Delapan daerah yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah; Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Andullah; Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Wali Kota Bogor, Bima Arya yang bertindak sebagai tuan rumah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat berbincang dengan Direktur The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelum pertemuan tertutup dilaksanakan di Balai Kota Bogor (Doc. JARRAK)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Emil menegaskan, jika pertemuan tersebut muncul karena sejumlah kepala daerah memiliki kegelisahan yang sama, dimana ada potensi perpecahan di masyarakat akar rumput usai pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 pada 17 April lalu. Gelegat itu kata eks Wali Kota Bandung itu, terbaca melalui saluran media sosial (medsos).

“Jadi sebenarnya di daerah-daerah, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, NTB, ada fenomena kegelisahan yang sama. Itu terbaca di akar rumput di media, di medsos,” kata Ridwan Kamil.

Menurut dia, AHY dan Yenny serta sejumlah kepala daerah yang hadir dalam pertemuan memiliki spirit yang sama, yaitu mewujudkan perdamaian usai Pemilu 2019.

Pasalnya kata Emil, jika semangat perdamaian hanya disuarakan satu orang tidak akan memiliki pengaruh signifikan, sehingga bertemulah mereka untuk mengukuhkan komitmen dan ajakan untuk mewujudkan perdamaian.

Baca Juga:  KPU Dinilai Masih Lamban

“Akhirnya atas insiasi Kang Bima (Wali Kota Bogor Bima Arya) karena Bogor tempat yang paling pas ingin mengisi ruang-ruang informasi mulai hari ini, besok, sampai tanggal 22 jangka panjang dengan infomasi-informasi menyejukan dari para pemimpinnya,” kata dia.

Emil menegaskan, mereka juga sepakat akan mengisi ruang publik dengan gagasan tentang kerukunan dan perdamaian. Hal ini kata kata Emil, untuk mempercepat pembangunan Indonesia ke depan.

Soal perbedaan menyikapi hasil Pemilu, Emil menyarankan agar diselesaikan melalui ruang-ruang konstitusional.

“Perbedaan itu sunatullah pasti ada saja. Tapi kita biasakan kehidupan berbangsa dan bernegara menyelesaikan perbedaan melalui kesepakatan aturan dan hukum yang sudah ada. Biarkan itu menjadi panglima yang terakhir,” kata Emil.

Sementara itu, AHY menegaskan jika mereka yang hadir menangkap ada sinyal tidak baik usai pelaksanaan Pemilu 2019. Sehingga kehadiran mereka semua dalam rangka merajut kembali tenun-tenun kebangsaan usai pelaksanaan Pemilu.

“Tetapi apa yang terjadi tentu kita rasakan bersama bahwa benih-benih perselisihan tetap tersemai dan ini tentu kita tidak harapkan. Karena bagaimanapun kita ingin Indonesia tetap utuh,” kata AHY.

 

Berita Populer