Connect with us

Politik

Rachmawati Justru Tuding Megawati yang Lakukan Makar, Ini Buktinya

JARRAK.ID

Published

on

Rachmawati Soekarnoputri (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Rachmawati Soekarnoputri justru menuding saudaranya, Megawati Soekarnoputri yang melakukan tindakan makar usai menjadi wakil presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada medio tahun 1999 sampai 2001.

“Kalau mau bicara secara objektif yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri,” ujar Rachmawati di kediamannya di Jalan Jati Padang Raya, Jakarta, Senin, (13/05/2019).

Pasalnya kata dia, saat Gus Dur menunjuk Chairuddin Ismail sebagai Kapolri waktu itu, Megawati justru melakukan tindakan insubordinasi dengan menunjuk Suroyo Bimantoro sebagai Kapolri.

Usai meloloskan Suroyo sebagai Kapolri kata Rachmawati, Megawati kemudian melakukan tindakan memecah belah antara TNI dan Polri. Ia berkata proses memecah TNI-Polri oleh Megawati dipimpin oleh Ryamizard Ryacudu yang kala itu menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat . Rachmawati bahkan menyatakan ‘moncong’ sudah diarahkan ke Istana kala itu. Namun, ia tak menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘moncong’ tersebut.

“Saya ingat sekali karena saya ada Istana waktu itu sama Gus Dur. Itu moncongnya sudah diarahkan ke Istana,” ujarnya.

“Itu yang namanya makar. Unsurnya masuk menggunakan kekuatan bersenjata,” ujar Rachmawati menambahkan.

Dia juga heran saat banyak tokoh termasuk dirinya dianggap melakukan makar. Pasahal tegasnya, semua warga negara punya hak untuk menyampaikan pendapat.

“Kita ini sebagai warga negara Indonesia yang punya hak berpendapat kalau melakukan kritik terhadap pemerintah itu dengan gampang dimakarkan, kenapa gitu lho?,” ujarnya.

Rachmawati menceritakan dirinya juga pernah dituding melakukan makar saat hendak menyampaikan kajian tagar UUD 1945 kembali diberlakukan pada tahun 2016. Sebab, ia menolak UUD 1945 hasil amandemen. Ia merasa keinginannya untuk mengembalikan UUD 1945 bukan tindakan makar.

“Waktu itu juga bersamaan dengan lagi heboh ya 212 saya mengajukan testimoni ini ke MPR sudah bikin appointmen ke MPR Pak Zulkifli saya mau mengajukan ini. Intinya ingin supaya MPR bersidang untuk kembali ke UUD 46 kok dimakarkan? unsurnya di mana?,” ujar Rachmawati.

Baca Juga:  Sekalipun Dilarang Prabowo, PA 212 Ngotot Gelar Aksi di Depan Gedung MK

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer