Connect with us

Politik

Puluhan Mahasiswa Geruduk KPK Desak Dirut PLN Ditangkap

JARRAK.ID

Published

on

Dirut PLN, Sofyan Basir (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok koalisi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta, melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Merah-Putih, KPK, Jakarta. Mereka menyambut baik kembalinya penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Menurut mereka, kehadiran Novel Bawesdan diharapkan menambah semangat baru bagi kerja penyidik KPK, terutama dalam mengusut kasus proyek pembangkit PLTU Riau 1.

“Kehadiran Novel harus lebih berpacu perang melawan para koruptor dan mafia dalam kasus PLTU Riau 1, yang diduga menyeret Dirut PLN Sofyan Basir,” ungkap koordinator Koalisi Kader mahasiswa HMI dan PMII, Imam Budi, di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Menurut Imam, pihaknnya bersama seluruh rakyat Indonesia akan terus mengawal hingga tuntas kasus yang menyeret elite dan politikus Golkar Idrus Marham dan Eni Saragih itu.

“Kami akan terus berjuang melawan para mafianisme yang berusaha dengan segala cara merusak sistem hukum di negeri ini,” sebut Imam.

Selain itu, Imam menjelaskan, berdasarkan informasi yang pihaknya himpun, ada isu kasus tersebut tidak akan menyentuh orang penting di PLN. Karena itu, Imam meminta informasi tersebut dijelaskan kepada publik.

“Makanya, kami minta untuk mengklarifikasi dan atau menjelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia soal kabar itu,” kata dia.

Pihaknya berharap, aliran suap kasus proyek pembangkit listrik PLTU Riau-1 itu diusut hingga tuntas dengan menyeret siapapun yang terlibat.

“Termasuk atas dugaan keterlibatan Direktur PLN  Sofyan Basir yang kami anggap sebagai aktor utama dari dugaan kasus mega korupsi di PLN,” katanya.

“Ini sekaligus demi menjaga keberlangsungan sektor kelistrikan nasional, mencegah kehancuran PLN dan rasa keadilan di masyarakat. Maka itu, Sofyan Basir harus segera ditetapkan tersangka dan diadili sesuai ketentuan peraturan perundang yang berlaku,” pungkas Imam.

Baca Juga:  Meski Ditentang DPR dan Bawaslu, KPU Tetap Susun Larang Eks Koruptor Nyaleg

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer