Connect with us

Other

Puji Sebagai Bapak Kebebasan Pers, OC Kaligis Ungkap Pertemuan Terakhir dengan BJ Habibie

JARRAK.ID

Published

on

Otto Cornelis (OC) Kaligis (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Otto Cornelis (OC) Kaligis mengaku beruntung karena dalam karirnya sebagai pengacara pernah mendapatkan kesempatan untuk membela Presiden Indonesia ke-3, almarhum Burhanuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Peristiwa itu kata Kaligis terjadi saat BJ habibie memberikan kesaksian melalui video teleconference pada tahun 2002 silam dari Hamburg, Jerman. Habibie menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa bekas Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rahardi Ramelan yang diduga menggelapkan dana nonbujeter Badan Urusan Logistik sebesar Rp 62,8 miliar.

“Dalam kesempatan itu saya meminta beliau menjelaskan apa yang seharusnya beliau jelaskan melalui kesaksian teleconference,” kata Kaligis melalui tulisan tangan soal kenangannya bersama almarhum Habibie seperti diterima Jarrak.id, Kamis, (12/09/2019).

Kaligis mengaku juga pernah berdua bersama Habibie menumpangi Mercedes Benz menelusuri keindahan Kota Hamburg, Jerman. Merdeces yang mereka tumpangi merupakan hadiah dari perusahaan otomotif dari Jerman itu karena jasa Habibie sebagai putra terbaik Indonesia yang berhasil menemukan keretakan pesawat.

“Akibat penemuan itu, Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi dari pemerintah Jerman dalam bidangnya. Penghargaan itu setara dengan Hadiah Nobel,” tegas dia.

Habibie juga diakui Kaligis pernah memberikan sepatah dua patah kata pengantar dalam buku berjudul Manusia Sejuta Perkara yang ditulis dirinya dan diterbitkan pada tahun 2002 lalu.

“Beliau pribadi yang apa adanya, bergaul dengan siapapun. Dan paling penting, beliau sangat cinta terhadap Indonesia,” kenang Kaligis.

Kaligis juga mengenang bagaimana kiat Habibie saat menjadi Presiden dan berupaya untuk menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp16 ribu menjadi Rp5 ribu, usai krisis moneter yang terjadi pasca lengsernya Presiden Soeharto.

“Beliau menceritakan kepada saya apa saja kiat dan metode serta kebijakan yang akan dilakukan untuk menekan nilai tukar rupiah menjadi Rp5 ribu. bahkan beliau optimis, nilai tukar rupiah akan mampu ditekan menjadi Rp2 ribu. Beliau menjelaskannya dengan semangat berapi-api yang menjadi khas Presiden Habibie.”

Bapak Kebebasan Pers

Kaligis menegaskan pada tahun 1998 ke belakang, membuka bisnis di bidang media begitu sulit. Bahkan harus melalui proses birokrasi yang berbelit-belit. Pasalnya dalam era kekuasaan Soeharto, pantang bagi media untuk mengkritik pemerintah.

“Namun sejak Habibie berkuasa kran bisnis media tumbuh subur di Indonesia. Habibie mampu memangkas proses birokrasi yang rumit menjadi sangat mudah. Sehingga wajar jika beliau ditahbiskan sebagai bapak pelopor kebebasan pers,” kata dia.

Bahkan kata Kaligis, pernah dalam satu kesempatan dirinya bertemu dengan Habibie di Patra Kuningan dalam rangka untuk membicarakan masalah kasus hukum yang sedang ia tangani.

“Saat itu saya membawa beberapa asisten, dan beliau bertanya kepada saya, ‘siapa mereka?’ saya jawab, mereka adalah aiasten saya yang sangat mengagumi bapak dan jika berkenan akan berfoto bersama bapak. Sejurus kemudian Habibie memberikan kode kepada ajudannya untuk mempersilahkan mereka masuk. Bahkan bukan bersama, tapi juga foto berdua. Itulah sebabnya, bangsa Indonesia begitu kehilangan beliau sebagai salah satu putra terbaik bangsa Indonesia,” sebut Kaligis.

Pertemuan Terakhir

Awal bulan Juli 2019, Kaligis sedang menjalani perawatan media di RSPAD Gatot Soebroto. Kebetulan kamarnya berdekatan dengan kamar Habibie yang kebetulan juga sedang menjalani perawatan akibat penyyakit yang dideritanya. Ia melihat Habibie seorang diri duduk di teras dengan posisi tangan sedang terpasang jarum infus.

“Karena saya mengenal beliau, saya putuskan untuk menghampiri beliau, dan beliau menyambut saya dengan sambutan hangat dan akrab. Dalam kesempatan itu saya kembali menceritakan perkara beliau yang pernah saya tangani beberapa tahun silam. Bahkan beliau memuji saya karena perkara tersebut berhasil saya menangkan di pengadilan. Saya sangat bertema kasih kepada beliau karena dalam kesempatan itu beliau menyanjung pencapaian saya.”

Bahkan kata Kaligis, Habibie juga mengerti perkara hukum yang sedang menjerat dirinya, yang disebut Habibie sebagai perkara politik karena keberanian dirinya mengkritik KPK.

“Beliau juga menyampaikan bagaimana langkah beliau sewaktu menjadi Presiden dengan mengeluarkan sejumlah peraturan dalam rangka memperbaiki Indonesia sebagai negara hukum.”

“Di akhir saya memberikan beliau kenangan foto sama bersama Ibu Ainun. Perempuan yang sangat dicintai Habibie. Bahkan Habibie memperlihatkan raut muka yang begitu bahagia, mengenang kebersamaan indah bersama Ainun.”

“Sebagai Katolik, saya yakin keduanya akan dipertemukan di Surga. Selamat jalan Pak Habibie, Pahlawan Indonesia, Bapak Reformasi yang diakui dunia sebagai seorang kepada negara yang disegani karena kecerdasannya. Beliau juga negarawan yang begitu dihargai dan merupakan teladan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat jalan Presiden Habibie.”

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer