Connect with us

Politik

PSI Sebut Ratna Sarumpaet Ratu Hoax Indonesia

JARRAK.ID

Published

on

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi keputusan polisi yang melakukan penahanan terhadap Ratna Sarumpaet, dalam rangka pengusutan kasus hoaks penganiayaan.

Selain itu, PSI berharap polisi tidak hanya berhenti di Ratna Sarumpaet, tetapi harus mengusut pihak lain yang ikut menyebarkan berita hoaks Ratna, seperti Prabowo dan Sandiaga Uno.

“Saya mengapresiasi penahanan ibu Ratna Sarumpaet, Ratu Hoax Indonesia. Saya berharap polisi tidak hanya berhenti pada Ibu Ratna tapi mesti terus mengejar semua penyebar hoax termasuk Prabowo dan Sandi,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sabtu, (06/05/2018).

Menurut Raja, permintaan maaf dari Ratna belum cukup, tetapi polisi harus mengusut semua pihak terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Benar bahwa mereka sudah minta maaf. Tapi ini bukan Lebaran, ketika saling memaafkan menyelesaikan masalah. Kasus ini juga bukan kasus perdata di mana asal konsensual antar individu dengan saling memaafkan dapat menyelesaikan proses hukum. Ini kasus pidana, semoga polisi segera menyeret seluruh pelakunya,” ucapnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya resmi menahan Ratna Sarumpaet dalam 20 hari ke depan. Penahanan terhadap Ratna atas pertimbangan dan subjektifitas penyidik.

“Penyidik setelah melakukan penangkapan dan mulai malam ini penyidik melakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (05/10/2018) malam.

Ratna ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 14 UU 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE Pasal 28 juncto Pasal 45. Dia terancam hukuman 10 tahun penjara.

Baca Juga:  Duh, Sebut Partai Allah dan Partai Setan, Polisi Segera Periksa Amien Rais

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer