Connect with us

Daerah

Protes Harga Tembakau Anjlok, Pemuda Akan Kepung Pemkab Sumenep

HOLIDI

Published

on

Ketua Gerakan Pemuda Pemerhati Tembakau Sumenep (Gempita), Noval (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Gerakan Pemuda Pemerhati Tembakau Sumenep (Gempita) dijadwalkan akan melaksanakan aksi demonstrasi pada Rabu mendatang, (18/09/2019).

Titik aksi mulai dari Pemkab Sumenep. Kemudian massa akan long march ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Sumenep dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep.

Mereka akan menyampaikan tuntutan soal rendahnya harga jual tembakau rajangan milik petani, jika dibandingkan pada musim tanam tahun 2018 lalu.

“Padahal cost (biaya) yang dikeluarkan petani mulai masuk tanam sampai panen sangat besar. Tetapi harga jualnya justru murah. Ini sangat kita sesalkan,” kata Ketua Gerakan Pemuda Pemerhati Tembakau Sumenep (Gempita), Noval kepada Jarrak.id, Senin, (16/09/2019).

Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada petani tembakau di Sumenep.

“Selama ini nyaris tidak ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk mengupayakan agar tembakau milik petani harganya bisa mahal,” imbuh dia.

Sehingga tegas Noval, pihaknya bersama ratusan petani akan melaksanakan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap sikap pemerintah daerah, yang dianggap melakukan pembiaran sehingga harga tembakau murah.

“Aksi demonstrasi sebagai wujud protes kepada pemerintah daerah yang dituding lalai dalam memberikan perlindungan kepada petani tembakau,” tegas Noval.

Tembakau Luar Madura

Noval menyebut salah satu penyebab anjloknya harga tembakau karena gudang diduga melakukan pembelian terhadap tembakau dari luar Madura.

“Banyak petani yang mengeluhkan soal tembakau dari Luar Madura. Akibatnya ini menjadi pemicu harga tembakau Madura harganya menjadi murah.”

“Bahkan petani memiliki beberapa bukti soal masuknya tembakau dari luar Madura,” tandas Noval.

Advertisement

Populer