Connect with us

Daerah

Profesor Hukum Undip Dituding Bela HTI, Ini Pengakuannya

JARRAK.ID

Published

on

Guru Besar Ilmu Hukum Undip yang dituding bela HTI, Profesor Suteki (Doc. Net)

SEMARANG – JARRAK.ID – Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Profesor Suteki, menjalani sidang kode etik oleh Majelis Dewan Kehormatan Komite Etik Undip, Rabu (23/5/2018). Sidang etik tersebut dilakukan kampus menyusul berbagai postingan dia yang diduga pro khilafah di akun media sosialnya.

Meskid demikian, Suteki mengaku siap melawan pihak kampus atas tindakan sidang etik terhadapnya jika menjatuhkan hukuman.

Menurut Suteki, langkah kampus Undip yang memanggilnya dalam sidang Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE) dinilai janggal. Pasalnya, kata dia, dirinya belum pernah sekali pun diminta klarifikasi atas sejumlah postingan di media sosialnya.

“Saya belum pernah dipanggil kampus dan belum sekalipun diminta klarifikasi. Tapi, kok tiba-tiba rektorat sudah bertindak lewat empat pernyataan yang disebar di media (pernyataan sikap Undip),” ujar Suteki, Rabu (23/5/2018).

Bahkan, Suteki mengancam akan menempuh jalur hukum bila pihak rektorat nekat menjatuhkan sanksi terhadapnya. Karena menurut dia, tindakan kampus dengan tiba-tiba menggelar sidang etik pertama merupakan langkah yang sangat gegabah.

“Saya akan menempuh jalur hukum jika keputusannya merugikan saya,” tegasnya.

Menurut Suteki, dirinya mendapat dukungan penuh dari seribu advokat jika akhirnya dijatuhi sanksi pemecatan oleh Undip.

“Kalau sanksi teguran wajar saja. Tapi kalau sampai dipecat, Indonesia pasti geger. Karena ada 1.000 mantan mahasiswa Undip yang sekarang jadi advokat siap memback-up saya,” ancamnya, seperti ditulis VIVA.

Postingan di akun media sosialnya yang dianggap pro khilafah, Suteki menampik telah rugikan Undip. Baginya, gagasan yang diunggah pada media sosial adalah bagian dari tugas seorang akademisi untuk mencerdaskan kehidupan bermasyarakat.

“Karena profesor tugasnya menyebarkan gagasan. Sehingga medsos jadi alat saya untuk menyebarluaskan gagasan ketimbang media cetak,” kata dia.

Baca Juga:  Dugaan Kartel Garam PT Garindo, Mahasiswa Gruduk Kantor DPRD Jatim

Kepala Prodi Magister Ilmu Hukum itu membantah jika dirinya disebut menjadi anggota HTI. “Saya pengajar Filsafat Pancasila. Maka dengan background keilmuan seperti itu, yang perlu ditegaskan, saya bukan anggota HTI dan anti NKRI, apalagi Pancasila,” pungkas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer