Connect with us

Bisnis

Produksi Padi Di Bengkulu Merosot Hingga 50 Persen Akibat Kekeringan

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

BENGKULU – JARRAK.ID – Produksi padi petani di Kota Bengkulu merosot hingga 50 persen akibat musim kemarau selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Kurniawan mengatakan, di musim kekeringan ini mengakibatkan gagal panen yang merugikan mencapai 50 persen dari 702 hektar lahan persawahan di Kota Bengkulu.

“Pertumbuhan tanaman jadi terhambat, ada sebagian juga gagal tanam karena tidak bisa mengolah tanah, sumber airnya juga terbatas,” kata Kurniawan, Selasa, (15/10/19)

Hartono salah satu petani di Semarang, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu ia mengatakan lahan persawahan seluas 1 hektare lebih miliknya mengalami kerugian mencapai 6 ton.

“Sudah tidak semangat lagi rasanya lihat sawah kering seperti ini. Hasil panennya kali ini hanya bisa dimakan sendiri dan kemarin saya cuma dapat 6 karung atau 300 kg saja, jadi tidak dijual,” ujar Hartono.

Ditambahkan, Hartono, sebelumnya ia sempat meminta bantuan pompanisasi kepada pemerintah untuk mengairi sawah yang kekeringan.

“Saya sudah minta bantuan pompa yang ada, tapi katanya rusak, ya saya bilang diperbaiki dulu tapi sampai sekarang tidak ada. Jadi sekarang cuman nunggu hujan saja,” tambahnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer