Connect with us

Bisnis

Presiden Jokowi Marah: Listrik Padam Tak Hanya Merusak Reputasi PLN, tapi Rugikan Konsumen

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo mendatangi kantor pusat PLN, di Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (05/08/2019).

JAKARTA – JARRAK.ID – Presiden Joko Widodo berkunjung ke kantor pusat PT PLN (Persero), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Presiden datang karena ingin mengetahui langsung penyebab listrik padam di sebagian Jawa kemarin.

Mantan Wali Kota Solo itu didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Presiden Jokowi tiba di Kantor Pusat PT PLN sekitar pukul 08.47 WIB langsung masuk ke ruangan untuk meminta penjelasan direksi PLN.

“Pagi hari ini saya datang ke PLN mau mendengar langsung peristiwa pemadaman total minggu kemarin dan dalam sebuah manejemen besar PLN mestinya ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi dengan manajemen besar,” katanya di kantor pusat PLN, Jakarta Selatan, Senin (05/08/2019).

Jokowi juga heran kenapa PLN tidak bisa bergerak cepat. Padahal kejadian serupa pernah terjadi belasan tahun lalu dan kali ini berulang sehingga mengakibatkan kerugian banyak pihak.

“Tentu saja ada contingency plan, back up plan. Pertanyaan saya kenapa tidak bekerja dengan cepat. Saya tahu pernah kejadian 17 tahun lalu Jawa-Bali, harusnya itu bisa jadi pelajaran agar kejadian kembali lagi. Kita tahu ini tidak hanya merusak reputasi PLN tapi banyak juga hal di luar PLN yang dirugikan,” terangnya.

Seperti Diketahui, aliran listrik padam di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten, mulai pukul 11.48 WIB, Minggu (04/08/2019), hingga menjelang malam, meskipun belum seluruhnya menyala.

Beberapa transportasi umum juga terdampak akibat padamnya listrik kemarin. Contoh saja MRT Jakarta dan KRL.

“Misalnya MRT, sebab itu saya ingin disampaikan yang simpel,” tandas Jokowi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer