Connect with us

Bisnis

Presiden Jokowi: Indonesia Memang Perlu Impor Jagung

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Presiden Joko Widodo menegaskan jika Indonesia perlu melakukan kebijakan impor untuk menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan.

Hal itu disampaikan usai melaksanakan panen raya jagung, di Desa Botuwombatu, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Jumat, (01/03/2019).

Di samping mengekspor 380 ribu ton jagung sepanjang 2018 lalu, Jokowi mengakui Indonesia juga mengimpor 180 ribu ton jagung.

“Kalau nanti suplainya melimpah, harganya jatuh, semua petani tidak akan mau menanam jagung lagi, yang selalu kita jaga itu. Sehingga, tahun kemarin ada ekspor juga 380.000 ton, impornya 180.000. Itu menjaga supply dan demand, bukan apa-apa,” katanya.

Menurutnya permintaan ekspor jagung dari luar negeri masih banyak. Namun yang paling penting adalah harga dari Indonesia kompetitif, dan kualitas tetap dijaga.

Jokowi menambahkan bahwa semua negara saat ini membutuhkan jagung, khususnya di pasar pakan ternak. Namun harus diakui jika untuk pupuk produksi kita masih kurang dan distribusinya tak berimbang sehingga perlu dilakukan penambahan kapasitas produksi.

Baca Juga:  BI Jaga Inflasi Meski The Fed Terus Meninggi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer