Connect with us

Politik

Prabowo Tolak Hasil Hitung Resmi KPU, Mendagri: Jangan Ciderai Demokrasi!

JARRAK.ID

Published

on

Mendagri, Tjahjo Kumolo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta semua pihak untuk tidak menciderai demokrasi dengan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang akan disampaikan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Jangan menciderai demokrasi lah, karena proses tahapan sampai hari H, pencoblosan yang sukses, yang tingkat partisipasinya adalah 80 persen lebih,” katanya, di Hotel Santika, Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu, (15/05/2019).

Menurutnya, Pemilu Serentak 2019 dapat berjalan lancar dan tingginya partisipasi masyarakat karena ada keterlibatan semua pihak. Selain itu juga ada kesepakatan semua pihak dalam menyusun PKPU yang sudah disosialisasikan penyelenggara Pemilu.

Selain itu, ia menjelaskan tahapan-tahapan Pemilu juga disampaikan kepada semua pihak, termasuk ke partai politik peserta pemilu dan tim sukses maupun kepada pasangan capres-cawapres.

“Juga disampaikan terbuka oleh semua tim sukses oleh semua partai politik semua pasangan capres-cawapres,” terangnya.

Tjahjo mengatakan, pihak yang tidak puas dengan hasil KPU dan memiliki bukti dugaan kecurangan bisa melaporkan melalui Panwaslu, Bawaslu, dan MK.

“Yang sukses ini jangan dicederai. Kalau anda merasa enggak puas ada ganjelan, menemukan sesuatu yang ganjel disampaikan secara hukum saja, lewat Panwasnya, lewat Bawaslunya, lewat Mk, ada mekanisme dan ada aturannya,” tegasnya.

Tjahjo pun mengapresiasi kerja keras yang dilakukan KPU dalam menyelenggarakan Pemilu.

“Kemarin kita mengapresiasi kerja KPU, kalau ada yang nggk puas dengan KPU ya sampaikanlah mekanisme yang ada bisa lewat MK bisa lewat Bawaslu,” tandas Tjahjo.

Baca Juga:  Timses Prabowo Sebut Dana Kelurahan Jokowi Bentuk Penghinaan Terhadap Rakyat Indonesia

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer