Connect with us

Bisnis

Prabowo Sebut Aset dan Ekonomi Dijajah Asing, Istana: Opini Menyesatkan

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan selalu mengangkat isu tentang perekonomian Indonesia yang menurutnya dijajah Asing. Aset bangsa dan kekayaan negara juga disebutnya banyak yang lari keluar negeri. Seakan gerah, pihak istana akhirnya menaggapi.

Pihak istana yang diwakili oleh Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika menegaskan jika Indonesia saat ini tidak di bawah jajahan asing khususnya dalam bidang ekonomi. Bahkan Erani mengklaim jika Indonesia punya kebijakan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

“Iya memang Indonesia tidak dijajah oleh asing. Indonesia sama sekali tidak dijajah oleh asing. Kita memiliki kedaulatan untuk membangun kebijakan ekonomi mandiri,” katanya di Jakarta, (21/06/2018).

Eranijuga menambahkan kalau pemerintah sebenarnya memiliki keinginan kuat membangun kedaulatan dan kemandirian ekonomi. Dia mencontohkan program reforma agraria dan juga perhutanan sosial yang di klaim bertujuan untuk mengurangi penguasaan pihak swasta baik dari kalangan asing maupun domestik.

“Isu terkait sumber daya alam yang dikuasi asing. Nah ini harus diakui menjadi bagian apa yang diperjuangkan puluhan tahun. Ini kan sudah mulai tahun 60-an terakumulasi. Tapi kemudian selama 3 tahun ada upaya serius pemerintah mengurangi itu,” jelas Erani.

“Misalnya, pemerintah sekarang menggenjot program reforma agraria dan perhutanan sosial untuk batasi kepemilikan swasta, baik asing maupun swasta besar domestik,” sambungnya.

Selanjutnya, Erani juga membantah tudingan Prabowo yang  menyebutkan bahwa infrastruktur negara seperti bandara dan pelabuhan sudah dikuasai asing. Padahal sampai saat ini bandara dan pelabuhan masih dikelola oleh BUMN yaitu PT Angkasa Pura I dan II.

“Soal pelabuhan saya belum pegang data. Tapi bandara itu semuanya 100% kita miliki sendiri. Misal AP I dan Angkasa Pura II. Itu kan pengelola bandara seluruh Indonesia. Itu AP I misalnya 98% saham dimiliki AP I, 2% dimiliki oleh koperasi karyawan AP I. Itu nggak ada asingnya sama sekali,” terang Erani.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer