PPP Tak Khawatir Kadernya Pindah ke PBB

2 min read

Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani/Net

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mengkhawatirkan meski ada kabar akan berlabuhnya beberapa kader menuju Partai Bulan Bintang (PBB). Namun, pihak PPP berharap kepada kader yang pindah untuk mengatakan apa adanya alias sesuai fakta.

Karena itu, Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani menyatakan bahwa perpindahan dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang biasa, dan hal itu adalah hak semua orang untuk memilih partai yang diyakini masing-masing.

“Kami yang di PPP memandang kepindahan mereka yang pernah jadi kader PPP adalah bukan hal yang luar biasa, karena hal yang sama juga terjadi pada banyak partai politik lainnya,” katanya melalui pesan singkat, Selasa (17/4/2018).

Menurut Asrul, asalan-alasan terkait pindahnya salah satu kader yang disampaikan hanya sebagai politik media, artinya hanya untuk menari perhatian publik.

“Kami hanya ingin menyarankan siapa saja agar tidak terjangkit penyakit psikologis waham kebesaran, yakni merasa mampu membawa jutaan pemilih PPP ikut ke parpol barunya, apakah itu ke PBB atau yang lainnya,” kata Arsul.

Yang perlu diketahui, pada kesempatan sebelumnya, politikus PPP Ahmad Yani mengklaim bahwa sekitar dua juta kader partai kakbah akan bergabung dengan PBB selepas rapat pengambilan keputusan PPP Khittah di Yogyakarta, Jumat (20/4/2018).

“Kalau sudah ada putusan di Yogya bisa sampai ke bawah. Kalau masa PPP di 2014 sampai tujuh juta. Kami dapat sepertiganya, berarti dua juta,” ujarnya.

Namun, kepindahan itu disebutnya bukan hal mudah. Apalagi partai yang menjadi tujuan itu belum tentu lolos ambang batas parlemen (parliamentary treshold) pada Pemilu 2019.

“Tentu para pemilih tersebut juga akan berpikir untuk tidak memilih partai yang sudah dua kali pemilu tidak lolos dan bahkan suaranya cenderung menurun dari pemilu ke pemilu,” ujarnya.

Sedangkan pada tempat terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi menambahkan perpindahan kader ke partai lain dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan. Menurutnya, kader yang akan pindah ke PBB hanya sebagian kecil akibat gagal lolos pencalonan legislatif.

“Karena kami sudah secara terbuka meminta mereka untuk bergabung, tapi memang niatnya tidak mau gabung, ya sudah. Kader di daerah tidak terpengaruh, karena mereka tahu kontribusi apa selama ini kepada PPP,” tutup dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *