Connect with us

Politik

Polri Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Petisi Al Quran Jadi Barang Bukti Kasus Terorisme

JARRAK.ID

Published

on

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Mohammad Iqbal (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Mohammad Iqbal meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan munculnya petisi yang menyebut Al Quran dijadikan salah satu barang bukti dalam kasus tindak pidana terorisme.

Menurut Iqbal tuduhan itu tidak benar. Sehingga Iqbal meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi petisi tersebut. Terlebih Polri dalam setiap pengungkapan kasus terorisme di tanah air tidak pernah menjadikan kitab suci umat Islam tersebut sebagai barang bukti.

Menurut Iqbal, sekitar 90 persen anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri beragama Islam. Apalagi kata Iqbal, dalam Al Quran juga tidak pernah dijumpai ajaran bagi setiap muslim untuk melakukan aksi kekerasan dalam bentuk teror.

“Penyidik paham bahwa tidak ada sama sekali hubungannya terorisme dengan kitab suci Alquran. Bahkan, aksi terorisme sangat bertentangan dengan isi dan makna yang terkandung di dalam Alquran,” kata Iqbal.

Sebelumnya, muncul petisi melalui situs change.org dengan judul ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’. Petisi itu tidak lugas menjelaskan identitas pembuat petisi dan menujukan petisi kepada Kapolri, Komnas HAM, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Jaksa Agung.

Sang pembuat petisi hanya mengidentifikasikan dirinya dengan identitas umat Islam, yakni Alquran. Hingga pukul 12.15 WIB, sedikitnya 15.654 orang telah menandatangani petisi tersebut. Petisi yang dibuat pemilik akun dengan identitas Umat Islam itu ditujukan kepada Kapolri, Komnas HAM, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Jaksa Agung.

“Saat Anda, wahai aparat penegak hukum atau siapa saja, menemukan Alquran yang mulia di TKP kejahatan. Segeralah muliakan dengan mengambilnya dalam keadaan bersuci lalu wakafkanlah ke masjid terdekat. Itu adalah tindakan yang bermoral, mulia, dan benar. Tidak ada manfaatnya menyatukan Alquran dengan sekelompok barang bukti kejahatan lainnya,” demikian dikutip dari laman petisi tersebut.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer