Connect with us

Politik

Polisi Minta Lembaga Survei Melapor Jika Mendapatkan Ancaman

JARRAK.ID

Published

on

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Polisi menyarankan agar para penggiat lembaga survei melaporkan kepada aparat penegak hukum, jika memang mendapatkan ancaman yang berpotensi membahayakan.

“Silakan laporkan jika mendapat ancaman,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat, (19/04/2019).

Dedi menuturkan ancaman tersebut bisa berupa lisan, tertulis, ataupun verbal yang disampaikan secara langsung.

Kendati demikian, Dedi meminta agar semua laporan harus disertai yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, sehingga bisa ditindaklanjuti oleh polisi.

“Harus ada bukti yang dibawa biar bisa diproses,” ujarnya.

Namun kata Dedi, pihaknya sampai saat ini masih belum menerima laporan, terutama soal ancaman terhadap lembaga survei.

Sebelumnya, Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya lewat akun twitternya @yunartowijaya mengaku mendapat berbagai ancaman, baik lewat telepon maupun WhatsApp.

“Sampai hari ini ancaman baik lewat telepon dan WA ke saya enggak berhenti,” kata Yunarto dalam cuitannya.

Kemudian dalam cuitannya yang lain, Yunarto mengaku telah membuat BAP ke Bareskrim. Cuitan itu merupakan balasan dari Yunarto kepada salah satu pengikutnya yang meminta agar melaporkan ke pihak kepolisian. “Udah buat BAP di Bareskrim,” ucap Yunarto dalam cuitannya.

Sementara itu, Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks (KAMAKH) melaporkan enam lembaga survei ke Bareskrim Polri atas dugaan melakukan kebohongan publik.

Keenam lembaga survei yang dilaporkan tersebut adalah Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Charta Politika, Poltracking, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), serta Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Kuasa hukum KAMAKH Pitra Romadoni mengatakan dasar laporan itu karena keenam lembaga survei itu merilis hasil hitung cepat yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Baca Juga:  Tiga Cara Cerdas SBY Sulap AHY Semakin Populer

Padahal kata dia, berdasarkan hasil data dari ribuan TPS pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang.

“Hasil survei ini jelas-jelas membingungkan masyarakat kita, kalau kita berpatokan kepada quick count, kebenarannya itu belum bisa dipertanggungjawabkan secara penuh. Padahal data KPU bilang mereka mendapatkan ribuan TPS memenangkan Prabowo dengan persentase 56 persen tadi malam,” tuturnya, di Bareskrim Polri, Kamis (18/04/2019).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer