PLN: Perbandingan Mobil Bensin 10 Km Biayanya Rp 9.500, Mobil Listrik Rp 3.000

2 min read

Jakarta, JARRAK.ID — Dengan berkembangnya teknologi mobil listrik bisa menjadi acuan untuk alat transportasi masal, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa biaya konsumsi mobil listrik lebih murah dibandingkan mobil mesin bensin. Hal ini terjadi akibat ada njenengan Qnya efisiensi energi yang lebih maksimal dalam penggerak mobil listrik.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, rata-rata mobil mesin bensin saat ini membutuhkan 1 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk jarak tempuh 10 kilometer (km) dengan harga bensin dan solar non subsidi sebesar Rp 9.500 per liter.

Dengan demikian, untuk jarak tempuh 10 km, mobil mesin bensin membutuhkan biaya sebesar Rp 9.500, sementara itu untuk jarak tempuh yang sama, mobil listrik hanya memperlukan daya listrik sebesar 2 kilo watt hour (kWh).

Bila dihitung biaya listrik saat ini, dengan tarif PLN sebesar Rp 1.467 per kWh, maka mobil listrik hanya membutuhkan biaya listrik sebesar Rp 2.934 per 10 km atau hanya sekitar Rp 3.000 per 10 km.

“Satu kWh listrik, kalau rumah tangga Rp 1.467. Kali dua kurang lebih Rp 3.000. Jadi kalau pakai mobil bensin 10 km biayanya Rp 9.500, kalau pakai listrik Rp 3.000,” ujar Darmawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Pria yang akrab disapa Darmo itu menjelaskan, hasil pembakaran BBM untuk menggerakan mesin mobil cenderung tidak maksimal. Bahkan, dari 1 liter BBM hanya 80 persen yang dapat diubah menjadi bahan bakar penggerak mesin mobil.

Berbeda dengan mobil listrik, yang menggerakan mesin dengan jumlah pasokan sumber tenaga yang lebih rendah.

“Efisiensi lebih dari 60 persen,” ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini pengisian daya mobil listrik sudah bisa dilakukan di Stasiun Pengisian Kendaraan¬†Listrik¬† Umum (SPKLU) dan tempat tinggal sendiri. (Gebe’es)