Connect with us

Elektoral

PKS Tegaskan Istikamah dalam Koalisi Prabowo-Sandi

JARRAK.ID

Published

on

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menegaskan partainya istikamah dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sekalipun pelaksanaan Pemilu 2019 sudah selesai digelar.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat (PD), Rachland Nashidik menganjurkan agar Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) membubarkan koalisi masing-masing untuk menurunkan tensi politik dan menghindari potensi benturan di masyarakat.

“Usulan pembubaran untuk menurunkan tensi politik kurang bijak,” kata Mardani Ali Sera kepada wartawan, Minggu, (09/06/2019).

Mardani menegaskan, munculnya masalah perpolitikan tanah air saat ini bukan diakibatkan oleh koalisi, tapi rendahnya kualitas kepemimpinan lah yang menjadi penyebab panasnya situasi di Indonesia saat dan pasca Pilpres 2019.

“Kapasitas dan kualitas kepemimpinan menentukan kualitas kompetisi Demokrasi. Ingat saat Capres McCain mengoreksi pernyataan seorang pendukungnya yang mencap lawannya Capres Barack Obama sebagai bukan orang Amerika, sikap McCain jelas: Obama orang Amerika yang baik dan kompetitor saya dalam mencintai Amerika. Kita bisa bersaing dan tetap saling menghormati kompetitor,” tuturnya.

Menurut Mardani, pembubaran koalisi justru akan menyulitkan pengambilan keputusan politik. Dia pun secara tegas mengatakan bahwa partainya akan tetap bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur. Untuk diketahui, Koalisi Adil Makmur merupakan koalisi Prabowo-Sandiaga yang terdiri dari Gerindra, PAN, PKS, dan Partai Demokrat.

“Pembubaran koalisi justru menyulitkan pengambilan keputusan politik. Biarkan ini jadi pembelajaran bersama dengan syarat semua mengedepankan akhlak politik yang dewasa. PKS insyaAllah istiqomah bersama Koalisi Adil Makmur,” ujar Mardani.

Baca Juga:  Diramal Tak Punya Masa Depan, PSI: Kami Optimis

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer