PILWALIKOTA DENPASAR: AMD “DIBAJAK” PDIP, RI KEDER, JN LAWAN KOTAK KOSONG

2 min read

DENPASAR-JARRAK.ID – Pertarungan politik untuk merebut kursi empuk Walikota Denpasar kini bergulir antara dua figur. Yakni figure IGN Jaya Negara (JN) yang diusung PDIP dan Agung Manik Danendra (AMD) yang diusung koalisi parpol non-PDIP.

Ini didasarkan hasil survei oleh sejumlah lembaga survei. Bocoran survei menyebutkan bahwa coboran sejumlah lembaga survei menyebutkan bahwa persaingan antara JN dan AMD sangat ketat dengan selisih sangat tipis.

Dilaporkan Jarrakpos.com, Group JBM.co.id, bahwa dukungan kedua tokoh ini berbeda-beda. JN didukung penuh orang PDIP sebagai induk partainya, sementara AMD mendapat dukungan penuh dari pemilih milenial Denpasar.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta pun ikut berkomentar soal peluang kedua tokoh yang bersaing ketat meraih simpati pemilih Kota Denpasar pada pesta demokrasi Pilwalikota Denpasar 9 Desember 2020 mendatang.

Mudarta menyebut bahwa tokoh yang didukung kaum milenial bisa memenangkan Pilwalikota Denpasar. Alasan Mudarta bahwa selama ini yang mendominasi suara di Kota Denpasar adalah pemilih milenial. “Sehingga siapa bisa merebut hati pemilih muda dan milenial akan bisa memenangkan Pilwalikota Denpasar,” ucap Mudarta di Sanur-Denpasar, Minggu (2/8/2020) siang.

Mudarta yang sudah dua periode menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Bali itu juga menyebutkan bahwa selain pemilih milenial, juga kekuatan logistic alias “isi tas” juga menjadi factor penentu kemenangan dalam sebuah pertarungan politik di Pilkada/Pilwalikota. “Yang Namanya bertarung harus dibarengi dengan kemampuan logistic juga,” tandas Mudarta.

Terkait bocoran hasil survei sejumlah lembaga survei, Mudarta membenarkannya. Tetapi semuanya kembali ditentukan oleh pemilih itu sendiri pada hari H 9 Desember 2020 nanti. “Nanti public yang menilai itu,” tandasnya.

Dari penjelasan Mudarta, ditangkap signal bahwa AMD yang merupakan adik kandung Senator Arya Wedakarna (DPD RI asal) dikenal sosok milenial yang merakyat dan low profile dengan tagline “Perubahan Smart Creative City”, selain itu memiliki basis milenial yang cukup banyak.

Melihat potensi pemilih pemula dan pemilih milenial itu, Mudarta menyebutkan bahwa banyak masukan dari tim koalisi untuk menggandeng para milenial karena gerakannya yang cepat dan bisa tembus kemana-mana.

Sayang, pertarungan yang diinginkan dan diskenariokan partai koalisi di luar PDIP itu bakal sulit atau tidak akan terwujud. Kok bisa? Konon kabarnya AMD sudah “dibajak” PDIP.

Spekulasi AMD digaet PDIP kian kuat ketika polemic persaingan ketat yang digulirkan partai koalisi non-PDIP, sama sekali tidak ditanggapi oleh PDIP alias dicuekin.

Bila itu benar maka strategi atau disain politik yang dibuat PDIP dari awal untuk di Denpasar jagoan PDIP melawan kotak kosong dipastikan terwujud.

Kabar itu juga membuat tokoh birokrat yang awalnya ingin maju bersama AMD yakni Rai Iswara (RI), pun keder dan nyalinya ciut. Padahal awalnya RI menggebu-gebu ingin maju. Setelah AMD diberitakan digaet PDIP, RI pun langsung mengibarkan “bendera kuning” tanda tidak akan maju.

Bahkan bocoran rekomendasi AMD-RI yang rencana dikeluarkan Rabu (5/8/2020) pun tertunda lantaran AMD sulit dihubungi.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana