Connect with us

Elektoral

Pilih Gatot atau Anies Jadi Cawapres, Jokowi Bakal Menang Telak?

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo paling mungkin menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi).

Gatot, justru kurang cocok disandingkan dengan Prabowo Subianto lantaran berasal dari segmen yang sama, yakni militer.

“Gatot Nurmantyo paling mungkin menjadi cawapresnya Jokowi, bukan Prabowo. Kalau dengan Prabowo, ya sama segmennya, sama-sama dari militer, dan sama-sama Islam modernis,” ujar Qodari di Jakarta, Kamis (19/04/2018).

Bahkan, Qodari beranggapan, akan menjadi lebih menarik bila Jokowi mengusung Anies Baswedan untuk mendampinginya sebagai cawapres. Sebab, boleh dibilang, basis massa Anies yang berasal dari kalangan Islam modernis, itu tidak dimiliki Jokowi.

“Jadi mungkin lebih menarik sebetulnya kalau cawapresnya Jokowi itu figur seperti Gatot atau Anies yang notabene datang dari segmen seberangnya. Bahkan menurut saya PAN itu lebih menarik jika bergabung dengan Jokowi. Kalau di Prabowo, PAN itu segmennya sama dengan Prabowo, tapi kalau di Jokowi segmennya berbeda,” jelas Qodari.

Menurut Qodari, keadaan Jokowi saat ini tampak mirip dengan keadaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009 lalu. Saat itu, SBY didukung banyak parpol.

Jika memilih cawapres dari kalangan Parpol, kata dia, tentu akan menciptakan kecemburuan di antara partai pendukungnya. Hingga akhirnya, SBY memilih menarik Boediono sebagai figur nonpartai untuk menjadi cawapres.

“Agak mirip ya. Kalau (calon yang diajukan parpol) dipilih salah satu, nanti ada yang marah. Makanya ambil figur nonpartai. Ya istilahnya biar semuanya enggak dapat sekalian,” tukas Qodari.

Baca Juga:  Demokrat Digoda Gabung Kubu Jokowi, Sandi: Koalisi Indonesia Adil Makmur Solid

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer