Connect with us

Politik

Pidato Prabowo Memang Berapi-api, Hanura: Tapi Sayang Isinya Hoax Semua

JARRAK.ID

Published

on

Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir menyebut bahwa pidato Prabowo Subianto memang selalu berapi-api. Tapi Inas menyebut isinya hoaks semua. Demikian disampaikan Inas menyikapi pernyataan Prabowo yang mengaku diminta tidak pidato terlalu keras, terutama terhadap pemerintah.

Akibat pidato Prabowo yang hanya berisi pesan tidak jelas, Inas meyakini menjadi penyebab hasil survei Prabowo masih stagnan.

“Lha… Prabowo kan ngemengnya (bicaranya, red) berapi-api tapi isinya hoax, itu mah bukan keras tapi ngawur, isinya kadang nggak karuan, mangkanya (makanya, red) hasil survei nggak nambah-nambah,” kata Inas lewat pesan singkat, Minggu, (07/10/2018) dilansir detikcom.

Inas menganggap Prabowo mengkritik kebijakan pemerintah adalah hal lumrah dalam demokrasi. Kendati demikian, Inas meminta kritik itu harus berbasis kepada data.

“Lha iyalah. Mosok (masak) capres selama ini ngomongnya ngalor-ngidul (melantur, red) melulu,” ujar Ketua Fraksi Hanura DPR tersebut.

Mirisnya sebut Inas, Prabowo selalu menuding kekayaan Indonesia selalu dicuri negara lain. Inas meminta Prabowo menunjukkan bukti tersebut.

“Lebih parah lagi Prabowo selalu bilang ada yang mencuri kekayaan kita, siapa? Tunjuk hidung dong! Atau takut telunjuknya menunjuk hidung sendiri ya?” sambung Inas.

Sebelumnya, Prabowo mengaku mendapat tudingan negatif ketika dirinya memantapkan diri untuk maju di Pilpres 2019. Bahkan ada yang memintanya tidak terlalu lantang dalam berpidato.

“Saya ini dapat tudingan macam-macam, ada yang bilang saya haus kekuasaan. Ada yang bilang ini dan itu, ada yang sengaja datang ke saya memberi saran pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras, dan dia orang baik dia pendukung saya jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan,” ungkap menghadiri acara tasyakur Ponpes di Jalan Sukabumi-Cianjur KM 10 Sukalarang, Minggu, (07/10/2018).

Baca Juga:  Din Syamsuddin Akui Pernah Ditawari Jadi Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf

Kendati demikian, capres nomor urut dua ini tidak mendengarkan saran tersebut. Ia tetap akan lantang dalam menyuarakan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

“Tapi saya tidak bisa tinggal diam, ketika masih ada rakyat yang kelaparan sementara di Jakarta sana segelintir orang mencuri kekayaan kita, rakyat Indonesia dianggap bodoh semua. Orang-orang yang sudah mencuri uang rakyat dengan uang hasil curiannya itu mereka sudah menguasai televisi, mereka menguasai surat kabar dan mungkin pidato ini tidak keluar, enggak ada urusan saya, saya akan bicara apa adanya saja,” ungkap dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer