Connect with us

Bisnis

Petani Bondowoso Kirimkan Surat Cinta untuk Presiden Jokowi

MOH AIDI

Published

on

Ilustrasi lahan pertanian (Doc. JARRAK)

BONDOWOSO – JARRAK.ID – Petani di Kabupaten Bondowoso menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo terkait program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Saiful, salah seorang petani di Kabupaten Bondowoso mengatakan, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan pra sejahtera yang ada di Indonesia, termasuk di Bondowoso.

Saiful mengaku, program tersebut memiliki manfaat meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat sebagai bagian dari perlindungan sosial.

Menurutnya, manfaat lain yang diperoleh dari program BPNT ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro di bidang perdagangan, serta dapat membuka akses kemandirian bagi para petani di daerah.

“Sebagai petani, kami melihat sisi baik dari program BPNT ini, salah satunya keungan di daerah bisa lebih merata,” katanya kepada Jarrak.id, Jumat, (11/01/2019).

Namun, dengan program yang baik itu, katanya, petani tidak diberi kesempatan untuk membantu pemerintah dalam menyediakan bahan pangan berupa beras secara mandiri dalam rangka meningkatkan pendapatan petani di daerah.

Ia menegaskan bahwa fakta didapati di beberapa daerah, bank penyalur yang seharusnya memiliki tugas sebagai penyalur dana justru mengambil alih tugas dari agen penyalur yang semestinya menjadi mitra petani dan peternak di daerah untuk menyediakan bahan pangan program tersebut.

“Kejadian ini sangat bertentangan dengan prinsip utama BPNT. Program BPNT seharusnya mendorong usaha eceran rakyat, memperoleh pelanggan dan peningkatan penghasilan, serta dapat memberikan jasa keuangan kepada usaha eceran rakyat dan penerima bantuan,” tegasnya.

Saiful menjelaskan, Bank penyalur hanya bertugas menyalurkan dana ke rekening penerima bantuan bukan bertugas sebagai penyalur bahan pangan kepada penerima bantuan, termasuk melakukan pemesanan bahan pangan.

Ia berharap dengan adanya program ini, petani dapat belajar mandiri untuk meningkatkan kemampuan dalam menyediakan bahan pangan berupa beras yang nantinya dapat dijadikan pasokan di masing-masing wilayah.

Baca Juga:  Muncul Nama Sri Mulyani dalam Bursa Cawapres Jokowi, NasDem: Ia Punya Kecakapan Lebih

Begitu juga dengan para peternak baik peternak, khususnya peternak skala mikro agar dapat belajar Bagaimana menyiapkan produk terbaik sebagai bagian dari kebutuhan bahan BPNT tersebut dengan bermitra bersama agen-agen dan e-warung yang ada di daerah masing-masing.

“Dari kejadian ini, mohon kiranya perhatian dan kebijaksanaan bagi pemerintah daerah, khusus kepada Bapak Presiden untuk membantu para petani dalam usaha kemandirian dan peningkatan hasil. Serta dapat menumpas praktek-praktek monopoli yang dilakukan oleh oknum tertentu,” pungkas Saiful.

Berita Populer