Connect with us

Daerah

Perkuat Keislaman dan Keindonesiaan, Ahmad Nawardi: Kita Butuh Pelajar Maju Tapi Santun

JARRAK.ID

Published

on

Anggota DPD/MPR RI, Ahmad Nawardi (tengah), saat acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di MA Bustanul Ulum Pamekasan, Jawa Timur, 8 September 2018 (Doc. JARRAK)

PAMEKASAN – JARRAK.ID – Dalam rangka sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Anggota DPD/MPR RI, Ahmad Nawardi, menjelaskan pentingnya jalinan harmonis antara Islam dan ilmu. Hal tersebut dijelaskan Nawardi di depan ratusan pelajar Madrasah Aliyah (MA) Bustanul Ulum, Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (15/9/2018).

Kegiatan pengenalan dan pengautan empat pilar kebangsaan ini digelar untuk memantapkan semangat Islam dan ilmu untuk kemajuan bangsa. Karena itu, menurut Nawardi, prinisp yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinnekaan harus terus dipelajari.

“Prinsip memang sudah final. Pancasila adalah ideologi Indonesia, UUD 45 adalah konstitusi kita, NKRI adalah bentuk negara kita, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa kita. Tapi, sebagai manusia berakal, nilai-nilai itu harus digali melalui ilmu,” ungkap Nawardi.

“Sekolah berbasis Islam, misalnya, bukan ujug-ujug menghilangkan materi umum. Begitu sebaliknya. Islam dan ilmu menjadi dua hal besar untuk kemajuan negara kita, Indonesia,” imbuh mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Nawardi menjelaskan, sinergi antara Islam dan ilmu juga dibuktikan dengan prilaku pelajar yang maju tapi juga bersikap santun. Pasalnya, lanjut dia, banyak kalangan muda yang memiliki nilai akademik baik tapi akhlak yang tak terpuji.

Nawardi lalu menceritakan capaian peradaban Islam masa lalu yang dinilai banyak melahirkan ilmuan besar. Meski demikian, kata Ketua HKTI Jawa Timur itu, ilmu dan Islam menjadi agenda besar untuk kemajuan bangsa, yakni melalui 4 pilar.

“4 Pilar itu yang menjadi perekat perkawanan, menjadi tali silaturrahmi, menjadi jiwa untuk etika. Semuanya harus berjalin seniergis dan harmonis. Keislaman, Keindonesiaan, dan khazanah keilmuan,” ujar dia.

Nawardi berharap, peserta didik hari ini mampu menjadi garda terdepan untuk memulai kemajuan bangsa Indonesia. Khazanah keilmuan menurutnya harus terus digali, sementara prinsip akhlak dan keislaman mesti terpuji. Semua itu, lanjut Nawardi, untuk kemajuan peradaban Bangsa Indoensia yang luhur dan berbudi pekerti.

Baca Juga:  Anies Baswedan Janji Audit Kepgub Penyerahan Lahan Warisan Djarot

“Jadi bangsa yang maju dimulai dari peserta didiknya, dari sekolahnya. Belajar lebih kompetitif, terus cari tahu ilmu apa saja. Pada akhirnya, yang mengikat adalah akhlak dan nilai-nilai kebangsaan,” pungkas Nawardi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer