Connect with us

Mancanegara

Perempuan Australia Masih Didiskrimanasi dalam Dunia Kerja

JARRAK.ID

Published

on

CANBERRA – JARRAK.ID – Berdasarkan survei di Australia menemukan hanya kurang dari sepertiga pekerja perempuan Australia yang merasa diperlakukan adil. Laporan tersebut juga menyebutkan satu dari 10 perempuan pernah mendapat pelecehan seksual.

Periset dari University if Sydney mensurvei lebih dari 2.000 perempuan dan 500 pria di seluruh Australia, berusia antara 16 dan 40, untuk dipelajari sikap dan pengalaman mereka di tempat kerja.

Studi tersebut menemukan hanya 31 persen wanita yang disurviei yang diyakini mendapat perlakuan setara di tempat kerja. Sementara 50 persen pria merasa sudah ada kesetaraan di tempat kerja.

“Saya pergi rapat dengan seorang dokter beberapa hari yang lalu. Saat saya jalan keluar, ia berkata pada salah satu dokter lain, ‘oh astaga, dia adalah perempuan liar’ bukan?” ungkap seorang responden asal Brisbane saat ditanya tentang ketidaksetaraan gender di tempat kerja.

“Saya merasa tidak dihargai, karena saya rasa kita tidak mengatakan hal itu kepada rekan pria saya.”

Seorang perempuan asal Sydney yang konsentrasi di bidang hukum merinci pengalamannya.

“Saya pikir banyak orang di industri hukum suka berpura-pura mengikui kesetaraan, tapi saya rasa tidak ada persamaan,” ungkapnya.

“Saya ada pengalaman saat seorang hakim berkata kepada saya ‘Buktikan kepada saya bahwa Anda lebih dari sekadar berambut pirang dan bermata biru,” lanjut ia.

Salah satu penulis laporan, Profesor Raw Cooper mengatkan temuan ketidaksetaraan gender di tempat kerja mengkhawatirkan, namun dalam beberapa hal tidak mengherankan.

“Sesuatu yang benar-benar mengejutkan dalam temuan kami adalah lebih dari separuh perempuan yang kami survei menganggap tempat kerja tidak setara, dan merasa pekerja pria diperlakukan lebih baik daripada perempuan,” katanya.

Baca Juga:  Bertemu di AS, Trump dan Macron Bicarakan Pengaruh Nuklir Iran

“Dalam beberapa hal, tidak mengherankan jika perempuan memiliki pandangan seperti itu, karena kita tahu perempuan menghadapi kesenjangan dan terjebak dalam pekerjaan dalam pekerjaan dan karir mereka,” tegas Cooper.

Survie tersebut mengungkapkan perempuan muda sering merasa “tidak dihargai” oleh rekan senior karena jenis kelamin mereka, dan ini terjadi baik pada pekerja profesional bergaji tinggii tinggi dan pekerja dengan upah rendah.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer