Connect with us

Kolom

Peran Milenial Menuju Pemilu 2019

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

Memasuki periode kampanye Pemilu 2019 saat ini, semestinya menjadi peluang yang sangat baik sebagai jembatan perubahan bangsa yang lebih baik kedepannya.

Perubahan bangsa sangat ditentukan oleh nuansa dan proses politik didalamnya. Karena dengan itu akan lahir satu bentuk kepemimpinan dan wakil rakyat yang membawa amanah dan aspirasi rakyat.

Situasi politik hari ini bisa dibilang kurang ideal jika dilihat dari tema-tema dialog yang muncul dipermukaan. Antara yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, yang wangi dan busuk semua bercampur dipermukaan dan menjadi pemandangan politik sehari-hari. Akibatnya, substansi persoalan bangsa tidak betul-betul terkupas secara utuh oleh elit politik kita.

Jual-beli pernyataan politik, adu gimik dan istilah-istilah kontroversial lainnya sangat dominan dibanding membedah kebutuhan pokok rakyat serta tujuan kita bernegara. Misalnya saja Sontoloyo, gendruwo, the economic stupidity, tempe setipis ATM dan gimik-gimik lainnya adalah sedikit contoh yang kemudian lebih menarik direspon oleh publik dalam dialog-dialog media sosial maupun keseharian.

Masa kampanye yang telah ditetapkan KPU sekitar tujuh bulan terhitung sejak 23 september hingga 13 april 2019 adalah waktu yang panjang untuk membedah persoalan bangsa dan mendemonstrasikan konsep yang solutif terhadap bangsa. Namun sudah sekitar dua bulan masa kampanye diberlakukan, para elit politik masih menyuguhkan sirkus politik yang kurang mendidik rakyat.

Kita ketahui bahwa dalam pemilu 2019 mendatang, peran dari segmen generasi milenial sangat signifikan. Sekitar 40% generasi milenial dari jumlah pemilih di seluruh Indonesia bisa dikatakan menjadi penentu hasil pemilu mendatang. Tentu tidak mengherankan, jika saat ini para kontestan pemilu baik pilpres maupun calon legislatif berlomba-lomba merebut pemilih dari segmen tersebut. Maka dari itu generasi milenial harus berani mengambil sikap dan alternatif yang Independen dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang.

Baca Juga:  Virus Agama di Tahun Politik

Dengan realitas politik diatas, sangat disayangkan jika nuansa politik kita saat ini jauh dari kesan mendidik. Harapan bangsa kedepan ada dipundak milenial, maka sudah semestinya elit politik menjadikan pemilu 2019 ini juga sebagai ajang pendidikan politik kepada rakyat khususnya generasi milenial.

Nuansa politik dalam masa kampanye ini harus dikembalikan dalam spirit tujuan bernegara dan proses memungut aspirasi rakyat seutuhnya. Agar generasi saat ini turut memaknai proses politik yang sebenarnya dan tidak ikut terjabak pada politik gimik dan polarisasi yang kering akan nilai.

Oleh Chairul Umam, Peneliti Sentrum Intelektual Anak (Sintesa); Wabendum PB HMI

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer